Senin 10 Februari 2020, 08:49 WIB

Saham PT.Timah 10% untuk Kesejahteraan Masyarakat Babel

Rendy Ferdiansyah | Nusantara
Saham PT.Timah 10% untuk Kesejahteraan Masyarakat Babel

Istimewa
Gubernur Provinsi Bangka Belitung (Babel) Erzaldi Rosman Djohan hadir bahasa masalah saham timah di Metro TV.

 

GUBERNUR Provinsi Bangka Belitung (Babel) Erzaldi Rosman Djohan menegaskanpPermintaan pembagian saham PT.Timah Tbk sebesar 10% bukanlah untuk kepentingan sektoral saja melainkan untuk kesejahteraan masyarakat Babel.

Hal tersebut disampaikan Erzaldi Rosman Djohan saat menghadiri acara Primetime News di Stasiun Metro TV, Kebun Jeruk, Jakarta Barat. Sabtu (8/2).

Erzaldi mengatakan, perlu diketahui bahwa Pemerintah Provinsi Babel dalam hal ini tidak meminta-minta karena saham sebesar 10% itu adalah hak masyarakat Babel.

"Dasarnya jelas dan dijamin dalam UUD 1945 bahwa bumi, air dan kekayaan didalamnya dikuasai oleh negara dan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat," kata Erzaldi dalam acara tersebut.

Erzaldi pun mempertanyakan, apa yang membedakan Babel dengan daerah lain, di mana badan usaha milik negara (BUMN) sudah berbagi saham 10% tetapi kenapa PT.Timah belum bersedia.

"Saya ambil contoh, PT Semen Padang, Freeport di Papua, PT. Bukit Asam di Sumsel dan lain-lainya sudah berbagi saham," jelas Erzaldi.

Untuk menggapai keinginan mendapatkan saham 10% bagi Babel, Erzaldi mengatakan pihaknya telak melakukan daya upaya dan usaha seperti rapat khusus bersama Komisi VI DPR RI sudah dilakukan.

"Komisi VI DPR RI, Insyallah menyetujui kita mendapatkan saham PT Timah 10%i," ujarnya.

PT Timah disebutkan Erzaldi sudah menggarap lahan di Babel sepertiga wilayah, sedangkan untuk menggerakkan roda industri sudah berlangsung cukup lama.

"Sudah sepantasnya masyarakat Babel mendapatkan hak atas penggunaan wilayah kami, untuk kesejahteraan masyarakat, ini sangat logis dan tidak mengada-ngada," tegasnya.

"Jangan sampai keberadaan PT.Timah justru menjadi hambatan pembangunan seluruh wilayah Babel di seluruh kabupaten dan kota," terang Erzaldi.

Ia kembali menegaskan, apa yang dilakukan Pemprov Babel ini, semata-mata untuk kesejahteraan masyarakat Babel khususnya dalam hal pemerataan dan percepatan pembangunan.

"Masyarakat Babel tidak perlu khawatir dengan menipisnya cadangan timah ini, Babel masih memiliki kandungan logam tanah jarang atau mineral ikutan yang jauh lebih memiliki nilai harga melebih timah," tuturnya.

"Perjuangan ini tidak akan begitu saja berhenti disini, kami akan tuntaskan sampai keinginan kami terwujud,"janji Erzaldi.

Erzaldi menambahkan, sebelum reformasi, PT Timah selalu membantu keuangan daerah, makanya Babel ingin kerja sama dengan saham 10% tersebut,

"Dengan memiliki saham 10% akan lebih mencairkan hubungan PT.Timah dengan masyarakat, maka hubungan dengan masyarakat akan baik, jangan sampai nanti setelah timah habis, hanya meninggalkan kerusakan saya, jadi sebelum terlambat kami ingin dapat saham 10% dari kepemilikan saham pemerintah 65%," terangnya.

Sementara, Komisaris Utama PT. Timah Tbk, Fachry Ali menegaskan jika melihat ke Freefport, sangat layak Babel mendapatkan saham sebesar 10%.

"Layak lah dapat saham 10%, konsekuensinya jika rugi alami kerugian, jika untuk ikut menikmati keutungan," kata Fachry.

Untuk mendapatkan Saham PT Timah ada dua jalur, pertama profesional antara Pemprov dan PT Timah, kedua jalur politik.

Fachry menambahkan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT.Timah yang dilaksanakan pada Senin (10/2) tidak membahas masalah permintaan saham 10%. "RUPS ini untuk pergantian komisaris dan direksi PT Timah, agendanya tunggal," ujarnya.

Ketua Lembaga Adat Melayu Babel. Bustami Rahman menegaskan jangan sampai PT. Timah sudah melakulan penambangan pergi begitu saja.

"Jangan sampai PT. Timah ini goodbye my love, permintaan saham 10% ini adalah hak Babel," kata Bustami. (RF/OL-09)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More