Minggu 09 Februari 2020, 21:42 WIB

8 Ribu MW Pembangkit Listrik Beroperasi Tahun Ini

Faustinus Nua | Ekonomi
8 Ribu MW Pembangkit Listrik Beroperasi Tahun Ini

MI/Ramdani
Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Unit VIII Suralaya milik PLN di Banten, Sabtu (21/12/2019).

 

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan akan ada penambahan 8.823 Mega Watt (MW) pembangkit listrik pada 2020 ini. Penambahan ini merupakan puncak dari program percepatan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan 35.000 MW.

"Ini puncaknya bahwa pada 2020 adalah puncak penyelesaian dari program 35.000 MW dengan sejumlah 8.823 MW kalau tidak ada aral melintang akan mencapai Commercial Operation Date (COD)," kata Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Rida Mulyana melalui keterangan resmi (9/2).

Rida memproyeksikan total pembangkit yang akan beroperasi sampai akhir 2020 mencapai 15.634 MW atau sekitar 44% dari target program 35 ribu MW. Selanjutnya, penambahan kapasitas pembangkit akan dilakukan secara bertahap hingga akhir 2029.

Pada 2021 kapasitas pembangkit kembali bertambah sebesar 5.066 MW, kemudian 4.109 MW di tahun 2022 dan 3.907 MW (2023), 3.592 MW (2024), 1.275 MW (2025), 200 MW (2026), 505 MW (2027), 835 MW (2028) serta 300 MW (2029).

"Setelah 2020, tambahan kapasitas pembangkit dari Program 35.000 MW berangsur-angsur turun dan diharapkan semua proyek dapat diselesaikan pada 2029," tambah Rida.

Perubahan target penyelesaian proyek strategis nasional tersebut tak lepas dari sejumlah kendala seperti pembebasan lahan, perizinan, isu sosial hingga pertumbuhan ekonomi makro.

Sebelumnya, dirancang dengan asumsi pertumbuhan ekonomi berkisar 7-8% maka pertumbuhan listrik bisa 1,2 kali lipat. Namun, pertumbuhan ekonomi sekarang sekitar 5%, sehingga pertumbuhan listrik pun cuma 4,5%.

Rida juga menerangkan progres 35 ribu MW sampai akhir tahun 2019, 96% proyek atau sebesar 33.856 MW telah terkontrak, diantara total kapasitas tersebut sebesar 6.811 MW atau sekitar 19% pembangkit telah beroperasi.

"Hanya tersisa 1.563 MW atau sekitar 4% pembangkit yang belum kontrak atau PPA (power purchase agreement)," kata dia

Adapun, sejalan dengan penyelesaian program 35 ribu MW, pemerintah juga akan memperbanyak pembangunan infrastruktur listrik lainnya seperti penambahan jaringan transmisi dan pengembangan Gardu Induk (GI).

Dijelaskan Rida, dalam lima tahun mendatang, pemerintah menargetkan penambahan transmisi hingga 19.069 kilometer sirkuit (kms) dengan investasi mencapai US$7,16 miliar. Sementara untuk gardu induk, total kapasitas hingga 2024 mencapai 38.607 MVA dengan perkiraan investasi kurang lebih US$5,54 miliar.

Sebagai informasi, realisasi panjang transmisi pada 2019 lalu mencapai 60.102 kms. Angka ini mengalami penambahan sebesar 6.210 kms dari raihan pada2018 yang tercatat mencapai 53.892 kms. Sementara itu, hingga 2019 lalu kapasitas GI sebesar 151,136 MVA atau bertambah sebesar 17.507 MVA dari realisasi 2018 sebesar 133.629 MVA.(E-3)

Baca Juga

MI/Muhamad Irfan

Ekspor Produk Perikanan Tetap Berjalan

👤Hila Julaika 🕔Rabu 01 April 2020, 12:55 WIB
Volume hasil perikanan yang diekspor sebesar 32.021,2 ton atau senilai Rp 194,6...
Antara/Hafidz Mubarak

Cegah Ekonomi Memburuk, Pemerintah Siapkan Skenario Khusus

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Rabu 01 April 2020, 12:41 WIB
Menghadapi dampak pandemi covid-19, pemerintah membuat dua skenario, yakni berat dan sangat...
Antara/Fouri Gesang Sholeh.

Dukung Cegah Covid-19, Bank UOB Terapkan Relaksasi Kredit

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 01 April 2020, 12:24 WIB
PT Bank UOBI menyatakan pihaknya sangat memahami pandemi Covid-19 telah menimbulkan dampak yang bervariasi kepada...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya