Minggu 09 Februari 2020, 21:27 WIB

PPK Kemayoran Gandeng Kementerian PUPR Atasi Banjir di Underpass

Antara | Megapolitan
PPK Kemayoran Gandeng Kementerian PUPR Atasi Banjir di Underpass

MI/Andry Widyanto
Banjir di Underpass Kemayoran

 

PUSAT Pengelola Kawasa Kemayoran menggandeng Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengupayakan langkah jangka pendek, menengah, dan panjang agar kawasan jalan lintas bawah (underpass) Timur, Jakarta Pusat bebas banjir.

Direktur Utama PPK Kemayoran Medi Kristianto di Jakarta, Minggu (9/2), mengatakan pihaknya bersama Kementerian PUPR sedang merumuskan upaya agar tidak terjadi lagi banjir di jalan lintas bawah Timur jika terjadi hujan lebat.

"Untuk banjir saat ini, kami harapkan besok sore sudah kering. Semoga tidak terjadi hujan lebat malam ini," kata Medi.

Sampai saat ini ada 20 pompa dan sekitar 100 personil dari Kementerian PUPR, Pemprov DKI, Koarmada 1 TNI AL, dan PPK Kemayoran bersinergi mengeringkan banjir di jalan lintas bawah Timur.

“Untuk itu, PPK Kemayoran menargetkan banjir dapat kering pada Senin sore,” katanya.

Baca juga : Sampah Disebut bukan Penyebab Banjir Underpass Kemayoran

Ke depan untuk jangka pendek, PPK Kemayoran akan melakukan normalisasi drainase oleh 100 tenaga kebersihan dengan dibantu personil dan alat berat oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Selanjutnya PPK Kemayoran melakukan pengecekan terhadap semua hunian di sekitar jalan lintas bawah Timur terkait sistem penampungan dan pembuangan air,

“Dalam minggu depan akan dimulai tinjau ulang sistem dan kapasitas drainase Kemayoran oleh Puslitbang Air dan Pengerukan Danau, rawa di Utan Kemayoran oleh Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR (BBWS CiliCis), guna menambah daya tampung air pada saat hujan,” katanya.

Dalam jangka menengah dan panjang akan dilakukan pembangunan rumah pompa, kolam penampung air, dan pompa di lokasi yang telah ditentukan.

"Saya ucapkan terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak yang sampai dengan saat ini masih bahu-membahu melakukan pengeringan jalan lintas bawah Timur," kata Medi.

Medi juga mengimbau kepada penghuni dan masyarakat luas yang mengakses kawasan Kemayoran agar selalu menjaga kebersihan dengan membuang sampah di tempat-tempat yang telah ditentukan sehingga tidak menyumbat drainase kawasan. (Ant/OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More