Senin 10 Februari 2020, 00:20 WIB

PM Thailand Harap Penembakan Serupa tidak Terulang Lagi

Bangkok Post/AFP/Hym/I-1 | Internasional
PM Thailand Harap Penembakan Serupa tidak Terulang Lagi

Lillian SUWANRUMPHA / AFP
PM Thailand Prayut Chan-O-Cha (ketiga kiri) menjenguk pasien yang selamat dari insiden penembakan di pusat perbelanjaan Terminal 21.

 

PERDANA Menteri Thailand, Prayuth Chan-ocha, prihatin dengan insiden penembakan massal yang terjadi di mal Terminal 21 Korat, Kota Nakhon Ratchasima. Prayuth berharap kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.

“Kejadian ini belum pernah terjadi sebelumnya di Thailand. Saya harap ini insiden terakhir dan tidak pernah terjadi lagi. Tidak ada yang mau ini terjadi lagi,” ujar Prayuth setelah mengunjungi korban  yang terluka di rumah sakit.

Setelah upaya pencarian dan perburuan, pasukan keamanan Thailand, Minggu (9/2), akhirnya menembak mati seorang tentara yang melakukan penem­bakan massal yang menewaskan sedikitnya 27 orang.

Polisi mengatakan dia telah terbunuh di pusat perbelanja­an Terminal 21 Korat, di Provinsi Nakhon Ratchasima, tempat pria bersenjata itu bersem­bunyi selama 17 jam.

Penembak telah diidentifikasi sebagai Jakrapanth Thomma, 32, dari kamp tentara Surathampithak.

Sebelumnya, Jakrapanth telah membunuh komandannya di markas militer tempat dia bertugas. Pelaku yang masih diliputi oleh amarah itu kemudian mengamuk dan melepaskan tembakan ke sebuah mal yang menewaskan 26 orang serta melukai 57 lainnya. Prayuth menyebut pelaku kemungkin­an memiliki gangguan mental.

“Bisa saja pelaku mengalami gangguan mental,” ujar Prayuth saat melakukan perjalanan ke Nakhon Ratchasima untuk mengunjungi korban yang terluka.

Prajurit itu terpicu oleh dendam karena ia merasa ditipu terkait kesepakatan tanah.

Aksi tersebut terjadi sebelum fajar, beberapa jam setelah dinas keamanan menyerbu lantai dasar Terminal 21 tempat pria bersenjata itu bertahan. Ia melengkapi diri dengan senjata serang yang dicuri dari baraknya.

Ketika polisi memasuki mal, sejumlah pembeli yang terkejut dan ketakutan lari dari amuk­an berdarah yang disiarkan langsung oleh pria bersenjata itu melalui unggahan di akun Facebook-nya.

“Itu seperti mimpi... Saya bersyukur saya selamat,” ujar Sottiyanee Unchalee, 48, yang menjelaskan dia bersembunyi di toilet gym di dalam mal ketika dia mendengar suara tembakan. (Bangkok Post/AFP/Hym/I-1)

Baca Juga

AFP/US DEPARTMENT OF JUSTICE

AS Kembali Jatuhkan Sanksi untuk Minyak Iran

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 10:50 WIB
Pemerintahan Trump, sejak 2018, memberlakukan serangkaian sanksi dalam upaya mengakhiri ekspor minyak...
AFP/Marco BERTORELLO

Protes Pembatasan Baru, Demonstran Italia Bentrok dengan Polisi

👤Nur Aivanni 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 10:19 WIB
Kerusuhan terjadi setelah Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte memerintahkan restoran dan bar tutup mulai pukul 18:00 waktu...
AFP/Kola Sulaimon

Aksi Penjarahan Terjadi di Ibu Kota Nigeria

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 09:59 WIB
Warga Nigeria marah terkait tudingan pemerintah menimbuh makanan yang seharusnya dibagikan kepada warga miskin selama lockdown...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya