Minggu 09 Februari 2020, 18:35 WIB

Jokowi Belajar Pembangunan Ibu Kota dari Australia

Dhika kusuma winata | Politik dan Hukum
  Jokowi Belajar Pembangunan Ibu Kota dari Australia

Antara/Desca Lidya
Presiden Joko Widodo melihat pusat kota Canberra dari Mount Ainslie. Kegiatan itu bagian dari rangkaian kunjungan kenegaraan di Australia.

 

DALAM kunjungan kenegaraan di Australia, Presiden Joko Widodo menyambangi kawasan Mount Ainslie di Canberra. Pada kesempatan itu, Presiden melihat dan mempelajari pembangunan Canberra sebagai Ibu Kota Australia.

"Saya banyak bertanya ke Gubernur Jenderal (David Hurley), kemudian juga bertanya ke Perdana Menteri Scott Morrison. Sekarang bertanya juga ke Sally Barnes, CEO National Capital Authority. Kita ingin mendapatkan sebuah bayangan seperti apa sebetulnya Canberra, bagaimana dikelola, kemudian dimulainya seperti apa," ujar Jokowi, sapaan akrabnya, mengutip keterangan pers, Minggu (9/2).

Kota Canberra dibangun pada 1913 dan memiliki penduduk sekitar 400 ribu jiwa. Kepala Negara menilai tata kota Canberra sangat baik. Kawasan Mount Ainslie memiliki ketinggian 843 meter di atas permukaan laut.

"Kalau melihat tata kotanya, sangat bagus sekali dan yang baik akan kita ambil untuk pembangunan Ibu Kota baru. Baik manajemennya, baik tata kotanya. Tadi kita lihat gedung-gedung pemerintah, tidak ada yang tingginya lebih dari tujuh lantai. Di sisi yang lain, ada juga yang jauh dari area pemerintahan diperbolehkan gedung tinggi," jelasnya.

Baca juga: Kunjungi Australia, Jokowi Disambut Upacara Kenegaraan

Jokowi kembali menegaskan keseriusan pemerintah dalam memindahkan Ibu Kota Negara ke Kalimantan Timur. Rencana pemindahan dikatakannya sudah melalui perhitungan matang. Kajian sudah dimulai sejak lima tahun lalu. Pemerintah juga telah mengadakan lomba desain tata kota pada 2019.

"Sudah kita putuskan, sekarang tinggal menunggu undang-undang di DPR. Kalau sudah ada undang-undang, tinggal kita lakukan land clearing. Lalu kita lakukan pembangunan infrastruktur dasar. Saya kira itu yang akan kita lakukan," lanjut Jokowi.

Kunjungan ke Mount Ainslie bagian dari agenda agenda kunjungan kenegaraan di Australia. Tujuan lain ke Australia ialah menindaklanjuti ratifikasi Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) yang telah disetujui DPR.

"Jadi ini adalah tindak lanjutnya, akan ke arah mana besok baru akan dibicarakan. Yang paling jelas, kita ingin keterbukaan. Sehingga perdagangan, investasi, pariwisata, akan lebih banyak antara kedua negara. Arahnya ke situ, karena ratifikasinya sudah selesai," pungkasnya.

Saat meninjau Mount Ainslie, Presiden didampingi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia dan Duta Besar Indonesia untuk Australia Yohanes Legowo.(OL-11)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More