Minggu 09 Februari 2020, 17:02 WIB

Kajian Eks Kombatan IS Dilengkapi Analisis Riwayat Hidup

Cahya Mulyana | Politik dan Hukum
 Kajian Eks Kombatan IS Dilengkapi Analisis Riwayat Hidup

MI/Mohamad Irfan
Tenaga Ahli Utama KSP, Ali Mochtar Ngabalin, menjadi pembicara dalam diskusi bertema Menimbang Kombatan ISIS Pulang, Minggu (9/2).

 

PEMERINTAH tengah mengkaji 600 kombatan eks Negara Islam (IS) di Suriah dengan melakukan profiling atau analisis riwayat hidup. Hasilnya menjadi landasan Presiden Joko Widodo untuk mengambil keputusan terkait pemulangan atau penolakan pada Juni nanti.

"Kenapa kajian pemulangan atau tidak 600 eks kombatan IS ini butuh waktu hingga April hingga Mei? Karena dilengkapi profiling untuk mengetahui seperti Ali Muchtar ini anak siapa, lahir, tinggal, sekolah dimana dan lainnya. Itu untuk mendapatkan data akurat. Kemudian eksekutif summary-nya harus mantap dari draf kajiannya akan menjadi dokumen negara," papar Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin, dalam diskusi bertajuk Menimbang Kombatan ISIS Pulang di Jakarta, Minggu (9/2).

Pada kesempatan itu, hadir Anggota Komisi I DPR RI Fraksi NasDem, Willy Aditya, Pengamat Terorisme Universitas Indonesia, Ridlwan Habib dan Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik.

Dia mengatakan profiling sangat penting untuk melihat sejauh mana ideologi eks IS, berikut pandangan terhadap Pancasila dan lainnya. Cara itu diambil guna menekan potensi penyebaran paradigma yang bertentangan dengan ideologi bangsa.

Baca juga: Eks Kombatan ISIS Perlu Dikarantina

Menurut dia, yang secara pribadi menolak kepulangan 600 orang eks IS, pemerintah telah membuat tim kajian. Tujuannya, mendapatkan landasan untuk Presiden Jokowi dalam mengambil keputusan.

"Itu sebabnya ada dua draf yang sekarang, tim yang dibentuk pada 17 Januari kemarin. Tim itu untuk membahas pemulangan atau tidak (600 eks kombatan IS dari Suriah). Kalau tidak ada aral melintang, mungkin Maret atau April kelar atau Mei. Karena Juni draf itu sampai kepada Presiden, kemudian mengambil keputusan," jelasnya.

Ngabalin mengatakan secara pribadi Presiden Jokowi telah mengambil sikap penolakan terhadap kepulangan 600 eks kombatan IS. Namun, pemerintah belum memutuskan nasib mereka, karena harus mengkaji terlebih dahulu. Hal ini penting agar langkah pemerintah komprehensif dan berlandaskan data yang kuat.

"Seberat apapun pasti Presiden punya keputusan. Kita tahu Presiden tidak takut siapapun. Putusan apapun soal isu ini akan mendasarkan asas manfaat bagi bangsa dan negara juga rakyat," pungkasnya.(OL-11)

Tenaga Ahli Utama KSP Ali Mochtar Ngabalin, menjadi pembicara dalam diskusi bertema Menimbang Kombatan ISIS Pulang di Jakarta, Minggu (9/2).

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More