Minggu 09 Februari 2020, 15:15 WIB

Wartawan Disarankan Tulis Buku

Theofilus Ifan Sucipto | Humaniora
Wartawan Disarankan Tulis Buku

ANTARA/R Sukendi
Rajab Ritonga

 

PERSATUAN Wartawan Indonesia (PWI) menyarankan wartawan menelurkan karya berupa buku dalam berkarier. Hal tersebut dinilai menambah kebanggaan seorang wartawan.

"Wartawan itu mahkotanya adalah menulis buku. Rasanya wartawan belum lengkap dalam berkarya kalau belum bikin buku," kata Direktur Uji Kompetensi Wartawan PWI Pusat Rajab Ritonga di Hotel Golden Tulip, Banjarmasin Tengah, Kalimantan Selatan, Sabtu (8/2).

Menurut Rajab, buku adalah warisan yang bisa diturunkan seorang wartawan.

Harapannya, kata dia, wartawan generasi yang akan datang bisa mengetahui pengalaman dan wawasan yang ditulis.

Baca juga: Apresiasi dan Harapan Jokowi untuk Insan Pers

Untuk itu, PWI mendorong seluruh insan pers mulai menggarap buku. Adapun yang ditulis bisa berupa pengalaman, maupun hal lain yang bersinggungan dengan jurnalistik.

Rajab mengungkapkan PWI siap mendukung hal itu. Salah satu bentuknya adalah fasilitas diedit tim PWI dan masuk dalam acara bedah buku Hari Pers Nasional (HPN).

Kendati begitu, Rajab tidak menutup kemungkinan penulis lintas profesi didukung PWI. Asalkan, terang dia, buku yang ditulis menyangkut pers, kebudayaan, dan kekayaan daerah di Indonesia.

"Tradisi (dukungan PWI) ini ke depan akan coba kita teruskan. Tim editor (PWI) menyambut itu sebagai sesuatu yang baik," pungkas Rajab. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More