Minggu 09 Februari 2020, 11:22 WIB

Dewan Pers: Perlindungan Terhadap Kerja Jurnalis Adalah Mutlak

Denny Susanto | Humaniora
Dewan Pers: Perlindungan Terhadap Kerja Jurnalis Adalah Mutlak

MI/Denny Susanto
Pemberian penghargaan kepada 17 jurnalis di Indonesia di Hari Pers Nasional

 

DEWAN Pers mendesak adanya perlindungan terhadap kerja jurnalis di lapangan menyusul masih maraknya kasus-kasus kekerasan terhadap jurnalis di sejumlah daerah.

Di sisi lain, pers juga harus meningkatkan kualitas dan mutu berita yang beretika.

Hal itu disampaikan Ketua Dewan Pers Muhammad Nuh pada kegiatan puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2020, Minggu (9/2) di Gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin.

"Kasus-kasus kekerasan terhadap jurnalis memang menurun, tetapi sekecil apapun jika menyangkut keselamatan dan keamanan jurnalis dalam bekerja adalah mutlak," tegasnya.

Dikatakan Muhammad Nuh, media tidak hanya menyajikan kebenaran tetapi juga harus mengedepankan etika. Marwah pers harus terus dijaga.

Baca juga: Kawal Eksistensi Pers di Era Digital

Berdasarkan hasil Konvensi Media, Sabtu (8/2), disepakati bahwa membangun dunia pers sama dengan membangun demokrasi, yang juga sama dengan membangun negeri.

Bagaimana membangun dan memperbaiki ekosistem agar industri pers nasional bisa bertahan? Bagaimana mengubah ancaman menjadi tantangan dan peluang?

"Namun yang tidak kalah penting adalah peningkatan kesejahteraan wartawan itu sendiri. Di sini dituntut peran pemilik industri media, guna membangun ekosistem yang baik dalam dunia pers," ujarnya.

Ketua PWI Pusat Athal S Depari memberikan apresiasi kepada PWI dan Pemprov Kalsel yang mampu menyelenggarakan peringatan HPN dengan sukses.

Terkait hal itu pula, PWI memberikan penghargaan dan mendaulat Gubernur Kalsel Sahbirin Noor menjadi anggota kehormatan PWI atas kepedulian dan jasa terhadap perkembangan media.

Puncak peringatan HPN 2020 di Kalsel ini ditandai dengan pemberian penghargaan PWI pusat bagi 17 jurnalis yang berjasa dalam perkembangan pers di Indonesia. Serta penghargaan kepada Ibu Tati, jurnalis yang sudah mendedikasikan diri dan bekerja di PWI selama 50 tahun. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More