Minggu 09 Februari 2020, 10:00 WIB

Pentas Barongsai Meriahkan Purnama Pertama di Tahun Tikus

Tosiani | Nusantara
Pentas Barongsai Meriahkan Purnama Pertama di Tahun Tikus

MI/Tosiani
Pertunjukan barongsai meriahkan perayaan Cap Go Meh di Klenteng Kong Ling Bio Temanggung

 

PERTUNJUKAN liong dan barongsai memeriahkan peringatan Cap Go Meh pada malam bulan purnama pertama yang muncul di Tahun Tikus di Klenteng Kong Ling Bio atau Cahaya Sakti Temanggung, Jawa Tengah, Sabtu (8/2) malam.

Perayaan ini sekaligus menutup rangkaian acara Tahun Baru Imlek yang telah berlangsung selama 15 hari.

Pentas barongsai dan liong dipertontonkan kelompok seni dari Salatiga. Pertunjukan digelar mulai sekitar pukul 20.30 WIB di halaman klenteng.

Kemeriahan itu menjadi perhatian masyarakat Temanggung yang telah menunggu dimulainya pertunjukan sejak pukul 17.30 WIB.

Kepala Klenteng Kong Ling Bio Temanggung Edwin Nugroho mengatakan perayaan Cap Go Meh selalu dilakukan tiap malam bulan purnama pertama sejak pergantian tahun, atau tepatnya 15 hari setelah Tahun Baru Imlek. Acara ini Juga untuk menutup rangkaian acara Imlek.

Baca juga: Anak Gajah yang Terluka Akibat Jerat di Aceh Timur Mati

Sebelum pentas barongsai dan liong, para umat tri dharma melakukan sembahyang dan berdoa di klenteng.

Dalam kesempatan itu, mereka mendoakan Indonesia agar aman tentram dan masyarakatnya sejahtera. Doa yang sama juga dipanjatkan untuk masyarakat Temanggung.

"Kami ingin Tanah Air kami dijauhkan dari segala bencana, angin bertiup lembut dan hujan turun pada musimnya," tutur Edwin.

Usai bersembahyang dilakukan pemilihan locu atau umat khusus yang melayani para dewa. Tugas locu adalah menyiapkan persembahan untuk dewa dewi tiap kali sembahyang.

Sedikitnya ada 20 orang yang mendaftarkan diri menjadi locu. Namun hanya dipilih enam orang locu untuk melayani para dewa di enam altar yang ada di klenteng tersebut.

Ratusan masyarakat yang datang ke klenteng selanjutnya dipersilahkan menikmati lontong sayur cap go meh.

Lontong itu, menurut Edwin, merupakan simbol persatuan antara masyarakat tionghoa dan pribumi yang dimulai dari perjuangan bersama mengusir penjajah pada era kemerdekaan. (OL-1)

Baca Juga

Antara

Usai Bulan Madu di Malaysia, Pengantin Pria Positif Covid-19

👤Amiruddin Abdullah Reubee 🕔Senin 30 Maret 2020, 14:40 WIB
Warga di Aceh ke lima yang positif virus korona atau  Covid-19 ternyata usai berbulan madu di negeri jiran. Istrinya kini dalam...
Dok.MI

Dua Pasien Covid-19 di Sidoarjo Meninggal Dunia

👤Heri Susestyo 🕔Senin 30 Maret 2020, 13:01 WIB
Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) akibat covid-19 yang meninggal dunia di Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur bertambah dua...
ANTARA FOTO/Didik Suhartono

Pedagang Wajib Jual Sembako Selama Pandemi Korona

👤Palce Amalo 🕔Senin 30 Maret 2020, 12:57 WIB
Pedagang di Kabupaten Rote Ndao yang berjualan di pasar diwajibkan hanya menjual bahan kebutuhan pokok (sembako) sesuai harga yang berlaku...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya