Sabtu 08 Februari 2020, 22:06 WIB

Hadiri Perayaan Cap Go Meh, Anies Bicara Bhineka Tunggal Ika

Insi Nantika Jelita | Megapolitan
Hadiri Perayaan Cap Go Meh, Anies Bicara Bhineka Tunggal Ika

Dok. Pemprov DKI Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (tengah) menghadiri perayaan Cap Go Meh di Pancoran China Town, Glodok, Jakarta Barat.

 

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut perayaan Cap Go Meh tahun baru Imlek 2571 tiap tahunnya semakin memperkuat persatuan warga kota Jakarta, di mana berbagai kalangan warga di Jakarta turut larut dalam perayaan Cap Go Meh.

Anies Baswedan menghadiri perayaan Cap Go Meh tahun baru Imlek 2571 di Pancoran China Town, Glodok, Jakarta Barat. Dalam sambutanya, ia menyebut Jakarta sebagai kota yang terbentuk dari sejarah panjang yang melibatkan banyak suku bangsa termasuk juga masyarakat Tionghoa.

“Jakarta memiliki sejarah yang sangat panjang, dan Jakarta juga rumah bagi banyak suku bangsa budaya indonesia,” kata Anies dalam keterangan resminya, Jakarta, Sabtu (8/2).

Ia menambahkan bahwa yang unik dari Indonesia adalah Bhinneka Tunggal Ika. "Yang berarti satu inilah yang harus kita jaga karena bersatu adalah pilihan kita sebagai bangsa,” lanjut Anies.

Perayaan Cap Go Meh tahun ini, Anies rayakan ketiga kalinya di Pancoran China Town. Kedatangan Gubernur langsung disambut oleh para pengurus Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) dan Walikota Jakarta Barat, Rustam Efendi.

"Bersyukur sudah lama kita patok waktunya bahwa tanggal 8 Februari pukul 13.00 kita sama-sama hadir di perayaan Cap Go Meh. Kehadiran saya untuk bersama menyambut tahun baru imlek 2571,” tutur Anies.

Anies mengatakan dengan perayaan Cap Go Meh juga bisa menarik potensi wisata bagi turis domestik maupun internasional.

“Perayaan Cap Go Meh di tempat ini dapat menjadi atraksi turis di Jakarta, kami berharap masyarakat domestik dan internasional menyaksikan betapa persatuan hidup di kota ini dengan subur,” tandas Anies. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More