Minggu 09 Februari 2020, 04:40 WIB

MPR Sosialisasikan Konsensus Kebangsaan

Rif/N-3 | Politik dan Hukum
MPR Sosialisasikan Konsensus Kebangsaan

MI/PIUS ERLANGGA
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menyampaikan kuliah umum di hadapan mahasiswa di ruang Nusantara IV, kompleks parlemen, Senayan

 

UNTUK merangsang semangat generasi muda dalam membangun nasionalisme dalam diri, Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) terus melakukan upaya sosialisasi mengenai empat konsensus kebangsaan.

Dengan bersinergi bersama Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), kemarin, sekitar 100 mahasiswa berkumpul di Gedung MPR untuk melakukan kegiatan workshop sosialisasi empat konsesus kebangsaan.

Wakil Ketua MPR, Lestari Moerdijat yang hadir dalam kesempatan itu, mengatakan kegiatan itu dilakukan untuk mengajak mahasiswa memahami empat konsensus kebangsaan.

"Hari ini kami atas permintaan kawan-kawan PMII menyosialisasi empat konsensus kebangsaan dengan metode sosialisasi yang dirangkai dengan workshop. Workshop ini memberikan dasar-dasar sistem thinking dan memahami kompleksitas dari empat konsensus kebangsaan," kata Lestari Moerdijat saat ditemui di Gedung MPR Jakarta, kemarin.

Ia menjelaskan alasan dilakukannya sosialisasi empat konsensus kebangsaan itu ialah karena merupakan hal yang sangat penting bagi keberlangsungan bangsa dan negara. "Empat konsesus kebangsaan ini yang membuat negara kita masih kukuh berdiri. Empat konsesus ini merupakan warisan kepada kita untuk terus kita lestarikan, kita jaga, dan kita yakini Indonesia akan terus ada selama-lamanya. Konsesus ini juga yang membuat kita berada di sini saat ini," ucapnya.

Lestari menyebutkan kegiatan ini juga akan membedah lebih dalam seperti apa peran penting dari empat konsensus kebangsaan untuk masa sekarang. "Saya ingin mengajak kita semua memahami kompleksitas empat konsensus kebangsaan ini. Nanti dapat kita telaah dan dibedah secara lebih mendalam dalam konteks masa kini. Tentunya sebagai panduan bagi kita melangkah ke depan," tuturnya.

Melalui kegiatan ini, kata Lestari, diharapkan para peserta workshop dapat mengimplementasikan pemahaman mengenai empat konsensus kebangsaan di lingkungan sekitar.

"Diharapkan, setelah memahami bagaimana sistem thinking dan sistem kompleksitas, mereka dapat menempatkan apa yang mereka pahami dari empat konsensus kebangsaan ke dalam lingkungan sekitar dan menemukan cara untuk menyosialisasikan dan menyebarkan."

Tidak hanya, menurutnya, kegiatan serupa harus terus dilakukan MPR agar dapat merangsang generasi muda yang merupakan garda terdepan dalam melanjutkan empat konsensus kebangsaan.

"Ini ialah program yang harus diteruskan dan tentu caranya juga berbeda-beda." (Rif/N-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More