Sabtu 08 Februari 2020, 09:41 WIB

Beijing Investigasi Kematian Dokter Pengungkap Wabah Korona

Antara | Internasional
Beijing Investigasi Kematian Dokter Pengungkap Wabah Korona

AFP
Masyarakat mengenakan masker saat menunggu bus di Tuen Mun, Hong Kong menuju Shenzhen, Tiongkok, Kamis (6/2/2020).

 

KOMISI Pengawas Nasional China (NSC) mengirimkan tim ke Wuhan, Provinsi Hubei, untuk melakukan investigasi terkait kematian dr Li Wenliang yang pertama kali mengungkapkan berjangkitnya wabah virus korona. Keputusan tersebut telah disetujui oleh Komite Sentral Partai Komunis China (CPC), Jumat (7/2).  Nyawa Li, seorang dokter mata di Rumah Sakit Umum Pusat Wuhan, tidak tertolong pada Jumat dini hari setelah terinfeksi 2019-nCoV, meskipun para dokter telah bersusah payah menyelamatkannya.
 
"Di tengah peperangan menghadapi epidemi pneumonia akibat virus korona tipe baru, dokter ahli mata kami terinfeksi. Dia meninggal dunia setelah semua upaya untuk menyelamatkan dia tidak menemui hasil. Kami sangat berduka cita," demikian pernyataan resmi pihak RSUP Wuhan yang diunggah di akun Weibo.
 
Dokter berusia 34 tahun itu sebelumnya telah mengingatkan rekan-rekannya mengenai penyakit tersebut setelah mendapati beberapa pasien yang mengalami gejala mirip SARS yang mewabah di Tiongkok pada 2003.  Melalui grup WeChat, Li mengingatkan rekan-rekannya mengenakan pakaian khusus agar tidak tertular wabah baru.
 
"Infeksi virus korona tipe baru sudah terkonfirmasi dan jenisnya sedang diidentifikasi. Beri tahu semua keluarga dan kerabat agar waspada," demikian pesan Li di grup Wechat yang beranggotakan bekas teman sekolahnya pada 30 Desember 2019, seperti dikutip Caixin.
 
Namun peringatan tersebut berbuntut pemanggilan Li dan delapan rekannya oleh pihak kepolisian Wuhan pada 3 Januari 2020 karena dianggap menyebarkan isu yang bisa menimbulkan kegaduhan.  Pada saat itu pula Biro Kesehatan Kota Wuhan menyatakan bahwa tidak ada bukti virus tersebut dapat ditularkan antarmanusia. Belakangan virus tersebut justru menular dari individu ke individu, sehingga pemerintah pusat mengambil serangkaian kebijakan. Salah satunya dengan memblokade Kota Wuhan dan beberapa kota lainnya di Provinsi Hubei.
 
Setelah menandatangani surat teguran, Li kembali bekerja. Setelah menerima pasien yang terinfeksi virus jenis baru itu, Li mengalami batuk pada 10 Januari 2020 yang kemudian demam pada hari berikutnya. Lalu dia dirawat di rumah sakit pada 12 Januari 2020 dan dinyatakan positif terinfeksi virus korona.  Global Times melaporkan bahwa istri Li yang sedang hamil dalam kondisi yang tidak sehat. Badan Nasional Tiongkok dan Pemerintah Kota  Wuhan menyampaikan duka cita yang mendalam kepada dr Li, seperti diberitakan Xinhua.
 
"Dia pahlawan abadi," komentar seorang warganet yang ditimpali warganet Tiongkok lainnya dengan menuliskan, dia masih muda, tidak seharusnya terjadi padanya.

baca juga: Turki Batasi Impor dari Tiongkok karena Kekhwatiran Virus Korona

Tanda pagar #LiWenlianghasPassedAway menjadi topik yang hangat di Weibo dan mencapai hingga 10 miliar.
 
"Yang saya tahu dia telah mengungkapkan kebenaran yang tidak pernah berani dilakukan oleh orang lain," kata Wu Yan, dokter yang bekerja di poliklinik yang sama dengan dr Li, seperti dikutip South China Morning Post. (OL-3)

 

Baca Juga

AFP/Michal Cizek

Rep Ceko Berlakukan Jam Malam untuk Tekan Kasus Covid-19

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 12:06 WIB
Negara berpenduduk 10,7 juta jiwa itu telah mencatatkan lebih dari 260 ribu kasus dan lebih dari 2.300 kematian sejak pandemi dimulai pada...
AFP/WILLIAM WEST

Episentrum Covid-19 di Australia Catat Hari Kedua Tanpa Kasus

👤Nur Aivanni 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 11:58 WIB
Fabrizio Succi, pemilik restoran Italia Tiamo, mengatakan timnya sekarang berusaha untuk membuka kembali restoran setelah diberi lampu...
AFP/Robyn Beck

Kebakaran Lahan Sebabkan Ribuan Warga Los Angeles Mengungsi

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 11:55 WIB
Badan Cuaca Nasional AS memperingatkan bahwa kombinasi kelembaban yang rendah, tanaman yang kering, dan angin kencang bisa memicu kebakaran...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya