Sabtu 08 Februari 2020, 09:13 WIB

Turki Batasi Impor dari Tiongkok karena Kekhwatiran Virus Korona

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Turki Batasi Impor dari Tiongkok karena Kekhwatiran Virus Korona

AFP
Petugas berbaju khusus mengevakuasi para penumpang WN Turki yang tiba di bandara militer Turki, di Ankara dari Wuhan, 1 Februari 2020.

 

TURKI telah menghentikan sementara impor semua hewan, produk hewani, dan produk sampingan dari Tiongkok sebagai langkah baru untuk memerangi penyebaran wabah virus korona yang mematikan. Hal itu diumumakan Menteri Kesehatan Fahrettin Koca kepada wartawan, Jumat (7/2).

Pengumuman itu dikeluarkan di tengah laporan bahwa trenggiling mungkin menjadi jembatan yang memfasilitasi penyebaran pandemi di seluruh negeri. Virus korona diduga telah ditularkan dari hewan ke manusia di sebuah pasar di Wuhan, Tiongkok, akhir tahun lalu. Koca juga mengatakan semua warga negara Tiongkok yang datang ke Turki untuk kepentingan pekerjakan akan diberikan cuti selama 14 hari, periode prosedur karantina standar untuk kasus yang diduga virus korona.

Dia menambahkan, Kementerian Kesehatan telah mengirim surat kepada Kementerian Keluarga, Perburuhan, dan Layanan Sosial dan Kedutaan Besar Tiongkok di Turki mengenai masalah ini.

"Mereka yang terkena dampak akan disaring selama 14 hari dan akan diminta untuk mendapatkan izin dari Departemen Kesehatan untuk kembali bekerja," ujarnya.

baca juga: Korban Jiwa Virus Korona Melampaui SARS

Sedangkan untuk 61 orang, termasuk 42 yang dievakuasi dari Wuhan, serta anggota kru Turki yang menemani mereka dalam operasi evakuasi, Koca mengatakan hasil tes kesehatan tahap kedua menunjukkan tidak ada yang terinfeksi virus. Sejak evakuasi mereka Sabtu lalu, para pengungsi telah dikarantina di sebuah rumah sakit di ibu kota Ankara. (Daily Sabah/OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More