Sabtu 08 Februari 2020, 08:30 WIB

Ada ‘Baby Mourinho’ di Leipzig

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group | Sepak Bola
Ada ‘Baby Mourinho’ di Leipzig

MI/Seno

 

JULIAN Nagelsmann masih berusia 13 tahun dan duduk sambil makan coco pops ketika Hans-Dieter Flick berdiri di pinggir lapangan memimpin tim asuhannya, 1899 Hoffenheim, mengalahkan VfL Kirchheim 3-0. Di musim kompetisi 2000/2001, Hansi Flick sukses membawa Hoffenheim juara Divisi IV Oberliga Baden-Wurttemberg dan berhak masuk ke Regionalliga Sud.

Namun, Hansi Flick--yang pernah 104 kali membela Bayern Muenchen di Bundesliga dan banting setir menjadi pelatih karena cedera yang dialami--empat kali gagal membawa Hoffenheim terus melaju ke Divisi II Liga Jerman, Bundesliga 2. Sadar akan minimnya pengalaman sebagai pelatih, Hansi Flick memutuskan untuk menjadi asisten pelatih besar Italia, Giovanni Trapattoni, dan mantan kapten kesebelasan Jerman, Lotthar Mattheus, yang di 2005 menangani Red Bulls Salzburg.

"Saya belajar banyak dari Trapattoni. Saya belajar bagaimana menjadi manajer, belajar bagaimana menerapkan taktik, belajar cara berkomunikasi dengan pemain. Satu yang kadang saya tidak setujui darinya hanyalah gaya permainan yang terlalu bertahan," cerita Hansi Flick mengenang perjalanannya.

Tidak terbayangkan oleh Hansi Flick ketika anak kecil yang dulu menontonnya dari atas tribune ternyata kemudian mengikuti jejaknya sebagai pelatih. Nagelsmann bahkan menjadi pelatih termuda di Bundesliga. Tanpa pengalaman sebagai pemain, Nagelsmann ditunjuk menjadi pelatih Hoffenheim saat ia berusia 28 tahun.

AFP/Daniel ROLAND

Pelatih RB Leipzig, Julian Nagelsmann.

 

Kini setelah empat tahun berjalan, Nagelsmann justru lebih berpengalaman sebagai pelatih ketimbang Hansi Flick. Nagelsmann yang dijuluki 'Baby Mourinho' sudah 162 kali menjalani pertandingan di Bundesliga dengan 83 mencatat kemenangan dan 42 kali menelan kekalahan.

Hansi Flick yang 22 tahun lebih tua malah baru 13 kali merasakan sebagai pelatih di Bundesliga. Akhir tahun lalu ia baru ditunjuk sebagai pelatih sementara Bayern Muenchen menggantikan Niko Kovac, menyusul kekalahan terbesar yang pernah dialami Die Roten dari Eintracht Frankfurt 1-5.

Setelah menjadi asisten pelatih di Salzburg, Hansi Flick memang lebih banyak berkiprah di tim nasional Jerman. Sejak 2006 hingga 2014, ia menjadi asisten Joachim Loew. Setelah ikut membawa Jerman memenangi juara dunia untuk keempat kalinya pada 2014 di Brasil, Hansi Flick malah menjadi Direktur Teknik Persatuan Sepak Bola Jerman dan kemudian menjadi 'pengawas' Nagelsmann sebagai Direktur Teknik Hoffenheim.

Kedua pelatih itu Minggu besok malam akan saling mengadu kehebatan saat Bayern Muenchen menjamu RasenBallsport Leipzig di Stadion Allianz, Muenchen. Partai itu menjadi perhatian pecinta sepak bola karena merupakan duel antara juara bertahan dan calon juara. Keduanya saat ini menempati urutan pertama dan kedua klasemen sementara.

Pertemuan kedua tim ini semakin menarik karena mewakili klub dari generasi yang berbeda. Bayern yang sudah berdiri sejak 120 tahun lalu merupakan representasi klub abad ke-20. Sementara itu, Leipzig merupakan klub abad ke-21 karena baru berdiri 11 tahun silam.

Sejak reunifikasi Jerman 3 Oktober 1990, belum pernah ada klub asal Timur yang mampu menjuarai Bundesliga. Leipzig menjadi harapan untuk membuat sejarah baru di persepakbolaan Jerman.

Leipzig langsung menjadi klub yang menarik perhatian sejak mampu menembus Bundesliga di musim 2016/2017. Dalam debut di liga elite Jerman, Leipzig 13 kali tidak terkalahkan di awal musim. Sayangnya, mereka hanya bisa menjadi runner-up di akhir kompetisi karena 'dikudeta' Bayern.

Di musim kali ini, Leipzig kembali mengawali dengan baik. Bahkan, hingga pekan ke-19, tim asuhan Nagelsmann mampu bertengger di puncak klasemen. Sayang, dalam dua pertandingan terakhir mereka dipaksa menyerah 0-2 oleh Frankfurt dan hanya mampu bermain imbang 2-2 melawan Borussia Moenchengladbach sehingga Bayern kembali mengudeta posisi mereka di puncak klasemen.

Minggu malam nanti menjadi penentuan bagi Leipzig untuk tidak menjadi spesialis runner-up. Hanya kemenangan atas Bayern yang memungkinkan mereka kembali ke puncak klasemen dan jalur juara.

Kepiawaian Nagelsmann memilih taktik benar-benar diuji. Tidak salah ia disebut 'Baby Mourinho' kalau bisa menghentikan laju kemenangan Bayern di depan pendukung fanatiknya di Stadion Allianz.

Ujung tombak Timo Werner harus menunjukkan penampilan terbaiknya. Apabila Werner bisa membobol gawang Manuel Neuer, dia bukan hanya menghidupkan peluang Leipzig menjadi juara, melainkan juga bisa menyaingi ujung tombak FC Hollywood, Robert Lewandowski, sebagai torjagerkanone alias pencetak gol terbanyak.

Setelah kekalahan 1-3 dari Frankfurt dan tersingkir dari ajang Piala DFB, Leipzig harus menampilkan permainan super istimewa. Nagelsmann mengisyaratkan untuk menempatkan Yussuf Poulsen atau Patrik Schick sebagai ujung tombak ganda bersama Timo Werner. Sementara itu, Christopher Nkunku yang menjadi penyelamat Leipzig saat bertemu Moenchengladbach diharapkan mampu kembali menjadi second striker.

Berbeda dengan Hansi Flick yang konsisten memainkan pola 4-2-3-1, Nagelsmann lebih berani mengubah pola permainan. Ia bisa memainkan empat pemain belakang dengan menempatkan Nordi Mukiele-Lukas Klostermann-Dayot Upamecano-Marcel Halstenberg atau mendorong Halstenberg ke tengah dan menyisakan tiga pemain lainnya di belakang.

Saat menjamu Die Roten, Nagelsmann berani memainkan pola tiga pemain belakang untuk mengawal kiper Peter Gulacsi. Apabila pola itu kembali dipilih, Halstenberg ditugaskan membantu Marcel Sabitzer, Emil Forsberg, dan Konrad Laimer untuk membatasi pergerakan pemain lawan dan memotong aliran bola para pemain Bayern di lapangan tengah.

Konsekuensinya tiga pemain belakang benar-benar harus bekerja keras untuk mengawasi pergerakan ujung tombak Robert Lewandowski. Begitu pula dua gelandang sayap yang kemungkinan ditempati Thomas Mueller di kanan dan Phillipe Coutinho--yang akan mengisi posisi Ivan Perisic yang harus absen karena cedera--di sayap kiri.

                          

Menit awal

Di depan pendukungnya, Die Roten memang sangat menakutkan. Mereka akan semakin menjadi bila mampu mencetak gol di menit-menit awal. Schalke 04 sudah merasakan ganasnya para pemain Bayern ketika digunduli 0-5.

Dengan sembilan kemenangan berturut-turut di berbagai kompetisi, Bayern pantas sangat percaya diri. Hansi Flick sudah mampu melewati masa-masa sulit terutama untuk menemukan format terbaik mengisi center-back. Bek kiri David Alaba mampu bertransformasi untuk menjadi pilar di jantung pertahanan. Ia bisa cocok berpasangan baik dengan Javi Martinez maupun Jerome Boateng.

Posisi bek kiri sendiri semakin meyakinkan ditempati pemain asal Kanada, Alphonso Davies. Sementara itu, pemain asal Prancis Benjamin Pavard menjadi andalan di bek kanan. Mereka berdua bukan hanya disiplin dalam bertahan, tetapi sangat aktif untuk menyerang dari sayap.

Baik Pavard maupun Davies tidak pernah khawatir untuk menghadapi serangan balik lawan karena Bayern punya Joshua Kimmich yang andal sebagai pemain jangkar. Bersama Leon Goretzka, ia menjadi gelandang bertahan yang tangguh. Adapun Thiago Alcantara menjadi pengatur tempo permainan.

Transisi antarpemain yang begitu mulus dipertontonkan membuat Bayern ibarat semua mesin yang tidak berhenti melindas lawan-lawannya. Leipzig harus berjuang keras untuk tidak kebobolan dalam 15 menit pertama. Apabila mereka mampu meredam ketajaman Lewandowski, Leipzig mempunyai peluang untuk mencuri angka.

Setelah keberhasilan lolos ke perempat final Piala DFB, Alaba merasa yakin rekan-rekannya akan bisa menjaga tren kemenangan. "Kami sudah menemukan irama permainan dan memenangi semua pertandingan. Ini tentu memberikan kepercayaan diri untuk menjamu RB Leipzig pada pertandingan besok," ujar center-back asal Austria itu.

Nagelsmann sangat paham kualitas lawan yang akan dihadapi, tetapi percaya akan kemampuan tim asuhannya yang umumnya masih muda. "Kami bukan satu-satunya tim yang ingin mengalahkan Bayern," ujar pelatih termuda di Bundesliga itu. "Yang pasti semua pemain sangat berharap untuk bisa merebut juara."

Kita lihat saja hasilnya!

Baca Juga

AFP/Alexander NEMENOV

Maradona Lakukan Isolasi Mandiri

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 10:24 WIB
Maradona yang memiliki sejarah penyalagunaan alkohol dan narkoba serta tidak dalam kondisi kesehatan yang prima dipandang berisiko tinggi...
AFP/Ina Fassbender

Zidane Masih Pede Real Madrid Bisa Lolos ke Fase Gugur

👤Akmal Fauzi 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 10:09 WIB
Real Madrid menduduki juru kunci klasemen Grup B dengan raihan satu...
AFP/BRUNO FAHY / Belga

Lazio Bertolak ke Brugge dengan Kekuatan Minim

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 10:04 WIB
Sejumlah pemain Lazio tidak bisa bertolak ke Belgia karena covid-19. Mereka adalah Ciro Immobile, Luis Alberto, Manuel Lazzari, Lucas...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya