Sabtu 08 Februari 2020, 08:00 WIB

Antisipasi Pandemi Tambah RS Infeksi

Indriyani Astuti | Politik dan Hukum
Antisipasi Pandemi Tambah RS Infeksi

ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Menko Polhukam Mahfud MD (kedua kanan), Mendagri Tito Karnavian (kanan), Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (kedua kiri).

 

PELAJARAN mahal yang dapat dipetik dari berkembangnya pandemi virus korona di Tiongkok, yang masih berlangsung sejak Desember lalu, ialah bahwa rumah sakit khusus penyakit infeksi menular harus dibangun di negeri ini.

Benar bahwa Indonesia telah memiliki rumah sakit rujukan untuk penyakit infeksi. Sebut saja Rumah Sakit Sulianti Saroso (RSPI) di Jakarta dan RS Kariadi di Semarang, Jawa Tengah.

Akan tetapi, di kedua RS itu, bangsal antara pasien infeksi dan pasien lainnya dalam rumah sakit yang sama, tidak dipisahkan secara khusus. Belajar dari kasus pandemi korona di Tiongkok, penggabungan bangsal semacam itu dapat berakibat fatal. Penularan berskala masif dan berantai pun bisa tidak terhindarkan.  

Karena itu, Presiden Joko Widodo memerintahkan jajarannya untuk menyiapkan secara khusus rumah sakit tersebut. 

Sebuah rapat koordinasi terbatas yang dipimpin oleh Menko Polhukam Mahfud MD pun digelar di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta,  kemarin.

Selain Mahfud dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, hadir dalam rakor Kepala Pusat Kesehatan TNI Mayjen Bambang DH, Kepala Korps Kepolisian Perairan dan Udara Irjen Lotharia Latif, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Doni Munardo, Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Eko Subowo, dan tenaga ahli Kantor Staf Presiden Sigit Pamungkas.

Meskipun keputusan terkait lokasi rumah sakit belum dirilis ke publik, dalam rapat sempat dibahas opsi mengenai 100 pulau potensial. 

Menurut Mahfud MD, mengacu pada masukan rapat, lokasi RS itu sebaiknya berdekatan dengan pangkalan udara untuk memudahkan apabila diperlukan prosedur evakuasi.

"Ada kriteria mengemuka harus dekat pangkalan udara, banyak yang berpendapat tidak perlu didirikan di pulau tersendiri, tetapi pulau berpenduduk dan nanti didesain sesuai standar," ujar Mahfud seusai rakor. Mahfud MD menegaskan bahwa rencana pembangunan itu masih pada tahap pembahasan.

 

Berbagai aspek

Dalam kesempatan yang sama, Menkes Terawan menjelaskan sejumlah aspek harus ditinjau sebelum mendirikan rumah sakit khusus penyakit infeksi menular itu. Aspek geologis, politik, ekonomi, serta pertahahan dan keamanan pun harus diindahkan.

Menkes lebih jauh menuturkan rencana itu masih pada tahap awal, yakni bahwa Menko Polhukam Mahfud MD mendengarkan masukan dari berbagai instansi. "Rapat hari ini brandstroming, mendata yang terbaik untuk ke depan. Semua aspek ditinjau," ujar Menkes, kemarin.

Deputi V Kantor Staf Presiden (KSP) Jaleswari Pramodhawardhani membenarkan bahwa rakor itu masih bersifat curah pendapat.

 

Sumber: Kementerian Kesehatan/gisanddata.maps.arcgis.com/Tim MI

 

Pemerintah, menurut dia, tidak ingin gegabah dengan merealisasi kebijakan secara terburu-buru. Ada banyak hal yang harus dipertimbangkan sebelum keputusan itu benar-benar ditetapkan.

Satu hal yang pasti, menurut Deputi II Bidang Pembangunan Manusia KSP Abetnego Tarigan, pemerintah tidak akan menjadikan kawasan pusat penanganan penyakit menular sebagai tempat isolasi. (Pra/X-6)

Baca Juga

MI/Susanto

DPR Awasi Penyerapan Anggaran Penanggulangan Covid-19

👤Putri Rosmalia Octaviyani 🕔Rabu 08 April 2020, 07:10 WIB
Fungsi DPR perlu tetap berjalan optimal meskipun di tengah pandemi ini termasuk...
ANTARA/Yulius Satria Wijaya

Omnibus Law Cipta Kerja Antisipasi Krisis Akibat Korona

👤Cahya Mulyana 🕔Rabu 08 April 2020, 07:06 WIB
Dalam UU tersebut, salah satu muatan utamanya adalah kemudahan berusaha atau investasi dan penyederhanaan...
Medcom.id/Candra Yuri Nuralam

Deputi Penindakan KPK Harus Loyal, Pintar, dan Teruji

👤Cah/Van/P-1 🕔Rabu 08 April 2020, 06:45 WIB
Ketiganya menjalani tes uji makalah, presentasi, dan wawancara pada Kamis, 4 April 2020. Mereka juga akan menjalani tahapan wawancara pada...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya