Sabtu 08 Februari 2020, 01:10 WIB

Kuasa Hukum Novel Duga Polisi Tutupi Sesuatu

Kuasa Hukum Novel Duga Polisi Tutupi Sesuatu

ANTARA
Rekonstruksi Penyiraman air keras Novel

 

TIM advokasi Novel Baswedan menyayangkan rekonstruksi kasus penyiraman air keras terhadap kliennya yang berlangsung tertutup. Polisi pun tetap melanjutkan rekonstruksi kendati pihak Novel selaku korban telah meminta penundaan lantaran kesehatan mata kiri Novel memburuk.

"Kami menyayangkan rekonstruksi tetap dilanjutkan," ujar salah satu pengacara Novel, Alghifari Aqsa, kepada Media Indonesia, kemarin.

Algif juga menaruh kecurigaan terhadap pihak kepolisian karena melakukan rekonstruksi secara tertutup. Apalagi, rekonstruksi yang dilakukan dini hari di luar kelaziman.

"Ternyata rekonstruksi tertutup, bahkan untuk media. Re-konstruksi yang dilakukan pada dini hari juga di luar kelaziman. Polisi sejak awal sangat tertutup dengan kasus ini sehingga ada kesan ada sesuatu yang coba ditutupi," tandas Algif.

Rekonstruksi itu digelar di Jalan Deposito, Blok T Nomor 8, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (7/2) sekitar pukul 03.00 sampai 06.30 WIB. Setidaknya 10 adegan dilakukan dalam rekonstruksi penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pembe-rantasan Korupsi (KPK) itu.

Dua tersangka dalam kasus itu, yakni Rahmat Kadir dan Ronny Bugis yang merupakan anggota polisi aktif dari kesatuan Brimob, turut dihadirkan. Awak media dilarang meliput kegiatan rekons-truksi itu dan diminta menjauhi area hingga jarak 100 meter.

Penjagaan selama rekonstruksi juga diperketat. Namun, menurut Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, AKB Dedy Murti Haryadi, itu merupakan hal yang wajar.

"Pelaksanaan rekontruksi di mana pun, pengamanan dan penjagaan di sekitar lokasi pelaksanaan rekonstruksi peng-amanan, baik barometer maupun supaya pelaksanaan rekontruksi berjalan lancar sesuai dengan waktu ditetapkan," ujar Dedy di lokasi rekonstruksi.

Dedy menambahkan rekons-truksi itu guna memenuhi syarat dalam berkas perkara kasus itu. Sebelumnya, Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta mengembalikan berkas perkara kasus Novel ke pihak kepolisian karena dianggap belum lengkap.

Novel disiram air keras pada 11 April 2017 sepulang dari Masjid Al-Ihsan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Novel dilarikan ke Singapura untuk menjalani operasi mata sejak 12 April 2017. Tim teknis yang mengusut kasus penyiraman air keras terhadap Novel menangkap Ronny dan Rahmat, Kamis (26/12/2019) di Cimanggis, Depok, Jawa Barat. (Tri/Sru/P-2)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More