Sabtu 08 Februari 2020, 00:55 WIB

Forum Kerukunan Nasional bakal Dibentuk

Emir Chairullah | Politik dan Hukum
Forum Kerukunan Nasional bakal Dibentuk

MI/M. Irfan
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian

 

WAKIL Presiden Ma'ruf Amin mengupayakan untuk membentuk Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) tingkat nasional. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyebutkan rencana itu sebagai penguatan FKUB yang sudah dibentuk di berbagai daerah di Indonesia.

"Memang ironis, yang harusnya menjadi urusan pemerintah pusat, tapi pusat tidak ada (FKUB-nya), justru di tingkat daerah ada FKUB," kata Tito seusai bertemu Wakil Presiden Ma'ruf Amin di Kantor Wapres, kemarin.

Ia menjelaskan, seharusnya masalah keagamaan juga menjadi urusan pemerintah pusat, seperti halnya masalah pertahanan, keamanan, keuangan dan fiskal, luar negeri, dan peradilan.

"Karena itu, FKUB daerah juga kerap kali menanyakan keberadaan FKUB tingkat nasional," ungkapnya.

Mendagri menjelaskan keberadaan FKUB di daerah terbilang efektif dalam meredam benturan antarkelompok beragama. Berdasarkan pengamatan pemerintah, rata-rata daerah yang aktif menggerakkan FKUB-nya memiliki kerukunan umat beragama yang relatif baik.

"Karena itu, potensi konflik sosial yang didasarkan pada faktor keagamaan itu minimal," ungkapnya.

Sebaliknya, di daerah-daerah yang FKUB-nya tidak begitu aktif atau bahkan tidak ada, tambah Tito, kerukunan antarumat beragamanya renggang yang bisa berpotensi menimbulkan benturan di masyarakat.

"Bahkan tidak jarang sudah terjadi konflik. Karena itu, kita berusaha memacu daerah-daerah yang sudah ada FKUB-nya ini bekerja intens," ujarnya.

Disebutkan keberadaan FKUB, yang dikelola secara nasional, menjadi penting mengingat keberagaman agama di Indonesia harus dikelola dengan baik guna menjaga kerukunan dan toleransi antarmasyarakat. FKUB nasional akan diatur di bawah koordinasi Wapres yang membawahkan bidang kerukunan antarumat beragama.

"Bapak Wapres ditugasi oleh Presiden untuk menjadi lead dalam rangka meningkatkan kerukunan antarumat beragama ini," pungkasnya.

Wapres sebelumnya mengingatkan bahwa kerukunan umat beragama menjadi kunci dalam membangun kerukunan nasional. "Kalau ini (kerukunan umat beragama) terganggu, kerukunan nasional bakal terganggu. Karena itu, kerukunan umat beragama merupakan kunci."

 

Ingatkan daerah

Pada kesempatan itu Tito mengatakan pemerintah terus mendorong pemerintah daerah yang belum memiliki FKUB untuk membentuk dan mendanai lembaga itu. Pemda diingatkan pembentukan dan penguatan FKUB itu dalam rangka memperkuat toleransi kerukunan keagamaan di Tanah Air yang plural.

"Mekanisme pendanaannya sedang kita diskusikan dan nanti akan berlanjut kepada rapat lebih lanjut yang melibatkan Kementerian Keuangan dan mungkin mengajak beberapa tokoh nasional, keagamaan, untuk mendapatkan masukan," paparnya.

Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi yang juga ikut menemui Wapres mengakui dalam beberapa kasus implementasi FKUB terkadang tidak berjalan dengan baik.

"Terus kami dorong agar FKUB itu lebih efektif dalam pelaksanaan di lapangan," ujarnya. (P-2)

Baca Juga

Istimewa

Katib Aam PBNU: Kawal Tegaknya Ideologi Pancasila

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 19:10 WIB
GP Ansor terus berjuang mengawal negara termasuk menjaga tegaknya ideologi...
Antara/Hafidz Mubarak A

Presiden Terbitkan Perpres Supervisi Kasus Korupsi

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 17:54 WIB
Dalam beleid turunan UU Nomor 19 Tahun 2019 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi itu diatur mekanisme supervisi dan pengambilalihan kasus...
Antara/renoEsnir

Terdakwa Kasus Jiwasraya Benny Tjokrosaputro Ajukan Banding

👤Tri Subarkah 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 17:35 WIB
Permohonan banding Komisaris PT Hanson International itu sudah terdaftar dalam Sistem Informasi Penelusuran Perkara Pengadilan Negeri...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya