Jumat 07 Februari 2020, 23:45 WIB

Dua Tersangka Dijerat TPPU

M Iqbal Al Machmudi | Politik dan Hukum
Dua Tersangka Dijerat TPPU

ANTARA

 

SELAIN dijerat dengan undang-undang tentang tindak pidana korupsi, dua tersangka megaskandal terkait pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya (persero) juga dikenai pasal tentang tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Dua orang tersangka tersebut ialah Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk (Tram), Heru Hidayat dan Komisaris PT Hanson Internasional Tbk, Benny Tjokrosaputro.

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus, Febrie Adriansyah, mengatakan kedua tersangka dijerat dengan pasal TPPU sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU. "Keduanya dijerat dengan Pasal 3, 4, dan 5 TPPU."

Sejauh ini, jelasnya, penyidik telah meminta keterangan dari delapan saksi terkait TPPU itu. Namun, dia tidak merinci kedelapan nama tersebut. "Hingga saat ini yang sudah kita periksa sejumlah delapan orang, kemudian saksi-saksi terkait dugaan tindak pidana korupsi sudah mengarah ke sana," kata Febrie di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, kemarin.

Dalam mengusut dugaan korupsi Jiwasraya yang merugikan negara mencapai 13,7 triliun, Kejagung telah menetapkan enam tersangka. Mereka ialah Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya Hendrisman Rahim, mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya Syahmirwan, Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk (Tram) Heru Hidayat, Komisaris PT Hanson Internasional Tbk Benny Tjokrosaputro, mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Harry Prasetyo, dan Direktur PT Maxima Integra Investama Joko Hartono Tirto.

Pengusutan tidak berhenti pada enam orang itu karena bakal ada tersangka baru karena penyidikan terus berjalan. "Iya, itu penyidikan berkembang terus. Kemarin (Kamis, 6/2) ada satu tersangka baru. Tersangka lainnya kita tunggu saja, ya," ucap Kapuspenkum Kejagung Hari Setiyono.

 

Geledah rumah

Kejaksaan Agung menggeledah dua rumah dan satu kantor atas nama tersangka baru kasus Jiwasraya, Joko Hartono Tirto. Penggeledahan dilakukan pada Kamis (6/2) malam hingga Jumat (7/2) dini hari.

"Dua rumah pribadi dan satu kantor. Rumah di Kembangan, Jakarta Batrat dan satu lagi di Sunter, Jakarta Utara, sedangkan kantor di Senayan," jelas Febrie.

Ia mengungkapkan bahwa peran Joko dan Heru sama karena surat berharga yang dimiliki keduanya tidak dapat dipisahkan atau saling berkaitan. "Sebenarnya semua saham dan surat berharga yang ditransaksikan dengan Jiwasraya itu terkait dengan kepemilikan Heru, tidak bisa dipisahkan Heru dan Joko. Sama saja itu. Jumlahnya hingga saat ini yang kita sidik ada lima saham, pecahannya banyak," katanya.

Selain itu, Kejagung juga menyita perusahaan tambang milik Heru Hidayat, PT Gunung Bara Utama (GBU). Penyitaan tersebut dilatari dugaan TPPU.

Febrie mengatakan bahwa Heru memiliki keterkaitan dengan PT GBU yang bermarkas di Sendawar, Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur.

"Ini perusahaan tambang batu bara yang cukup besar di Kaltim." Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco menilai sejauh ini Kejagung telah bekerja cepat. Dengan adanya panja dari DPR diharapkan penegakan hukum oleh kejaksaan menjadi semakin cepat lagi. (Pro/P-3)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More