Sabtu 08 Februari 2020, 06:40 WIB

Giliran Barca, Madrid Tersisih

Rahmatul fajri | Sepak Bola
Giliran Barca, Madrid Tersisih

AFP

 

HASIL mengejutkan di ajang Copa del Rey atau Piala Raja Spanyol berlanjut. Kali ini dua tim papan atas, Barcelona dan Real Madrid yang harus mengakhiri asa juara dan terhenti di babak perempat final, kemarin dini hari WIB.

Barca takluk 0-1 dari tuan rumah Athletic Bilbao di Stadion San Mames. Lebih tragis, Real Madrid dipermalukan tamunya Real Sociedad 3-4 di markas sendiri, Stadion Santiago Bernabeu.

Hasil perempat final sebelumnya juga diwarnai kejutan. Tim elite Valencia dijungkalkan Granada 1-2, demikian pula Villarreal yang didepak tim Divisi II, Mirandes, dengan skor 2-4.

Semifinal yang menggunakan sistem home and away (kandang dan tandang) mempertemukan Bilbao melawan Mirandes, dan Sociedad jumpa Granada. Laga pertama dilangsungkan 12 Februari, dan bentrok kedua digelar 4 Maret mendatang.

Di laga 8 besar, kemarin, Barcelona menelan kekalahan akibat gol Inaki Williams pada injury time babak kedua. Sebelum masuk ke gawang, bola sempat menyentuh gelandang Barca, Sergio Busquets.

Selain gagal ke final Copa de Rey, ini juga juga merupakan kekalahan kedua Quique Setien dari enam laga yang telah ia jalani. Setien yang digadang menerapkan filosofi sepak bola Johan Cruyyf tampaknya belum bisa membawa Barcelona meraih trofi Copa del Rey musim ini.

Terlepas dari hasil, Setien tetap mengambil sisi positif dari penampilan anak asuhnya. Menurutnya, Lionel Messi, dan kawan-kawan bermain baik, hingga malapetaka datang melalui gol Inaki Williams.

Tetap menguasai permainan hingga 68%, Barcelona juga menciptakan berbagai peluang dari Lionel Messi dan Antoine Griezmann. Hanya saja, peluang itu gagal menjadi gol.

“Sedih karena harus tersingkir, tapi saya pikir kami membuat kemajuan. Semuanya berjalan baik kecuali hasil laga ini,” kata Setien.

Kekalahan ini membuat situasi di internal Barcelona tampaknya terus diiringi awan mendung. Sebelumnya, saling lempar kritik antara Lionel Messi dan Eric Abidal sempat memanaskan internal, bahkan Presiden Josep Bartomeu pun harus turun tangan mendinginkan tensi panas tersebut.

“Kami layak melaju,” kilah Bartomeu seusai laga. “Tetapi ambisi dan perilaku di lapangan yang saya lihat membuat saya sangat optimistis untuk La Liga dan Liga Champions. Sukses itu bakal datang.”   


Tampil jelek

Di bagian lain, arsitek Real Madrid Zinedine Zidane mengakui anak asuhnya tampil jelek sehingga takluk dari tim tamu, Real Sociedad. Kekalahan yang menambah panjang penantian Zidane yang belum pernah juara Copa del Rey, baik ketika menjadi pemain maupun sudah berposisi sebagai pelatih.

“Lawan bermain sangat baik dan kami kesulitan dengan tekanan mereka, ditambah kami juga membuat kesalahan di lini pertahanan sendiri,” kata Zidane.

La Real--julukan Real Sociedad unggul 3-0, melalui aksi Martin Odegaard menit ke-22 dan dua gol Alexander Isak menit ke-54 dan 56. Real Madrid membalas melalui Marcelo menit ke-59, namun Mikel Merino menambah keunggulan Sociedad menjadi 4-1 di menit ke-69.

Pasukan Zinedine Zidane tak menyerah. Dua gol lahir dari Rodrygo menit ke-81 dan Nacho Fernandes pada injury time. Namun, tambahan dua gol itu tak cukup mambawa El Real ke semifinal.

Kekalahan ini membuat catatan 21 laga tanpa kekalahan El Real harus berakhir. “Ini hanya sepak bola. Kami telah kalah dan selanjutnya kami tinggal memikirkan La Liga,” kata Zidane. (AFP/Marca/R-2)

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More