Sabtu 08 Februari 2020, 06:20 WIB

Jelang Valentine, Google Kampanyekan #YukMoveOn

(Uca/M-2) | Teknologi
Jelang Valentine, Google Kampanyekan #YukMoveOn

MI/ MELALUSA SUSTHIRA KHALIDA

FEBRUARI identik sebagai bulan penuh cinta dengan diperingatinya Hari Kasih Sayang atau Valentine setiap tanggal 14 oleh sebagian kalangan. Hari yang kerap dinanti banyak pasangan tersebut mungkin akan berbeda cerita bagi mereka yang melajang atau sedang patah hati.

Hal tersebut ingin diangkat Google lewat kampanye #YukMoveOn seraya memperkenalkan kembali fitur dan aplikasinya, yang diklaim dapat membantu menutup kenangan lama nan pahit dan memulai lembaran baru kehidupan alias move on.

Search Marketing Manager Google Indonesia Mira Sumanti menyebut, kampanye tersebut berangkat dari temuan bahwa kata kunci 'cara move on' menjadi tren pencarian tinggi di mesin pencarian Google dalam kategori romance dan relationship.

"Kita (Google) mau selalu helpfull buat semua masyarakat Indonesia dan kita selalu make sure fitur-fitur kita bisa digunakan di momen-momen yang paling dibutuhkan. Nah, kita melibatkan ada opportunity itu pasar Valentine, di mana orang-orang yang sendirian, yang mungkin belum move on, makanya kita meng-introduce beberapa fitur-fitur ini dalam konteks Valentine dan move on," papar Mira Sumanti, di Jakarta, Kamis (6/1).

Aplikasi pertama yang kembali diperkenalkan Google untuk mendukung kampanye #YukMoveOn ialah Google Files. Mira menyebut aplikasi yang sejatinya berfungsi untuk membersihkan memori ponsel tersebut dapat memudahkan dalam mengelola file di ponsel hingga menghapus file-file lama yang kita inginkan--dengan secara cepat menemukan dan menyarankan file untuk dihapus.

"Kalau dalam konteks ini hal-hal yang perlu kita hapus tuh hal-hal yang sering dulu mungkin dikirim sama mantan, dulu dikirimin memes ratusan pas lagi pacaran, terus bikin video-video bareng yang sekarang cuma menuh-menuhin HP, memori jadi full. Mau ngehapusin satu-satu jadi bikin nangis. Nah dengan Google Files karena sudah otomatis ke grup tuh, memes atau file-file video gede bisa langsung diklik, dengan satu klik hapus semua," terang Mira.

Fitur berikutnya ialah Google Photos, yang mengandalkan machine learning dan artificial intelligence sehingga dapat dengan mudah mencari foto dan mengaturnya secara otomatis hanya berdasarkan kategori atau kata kunci tertentu. Misalnya, berdasarkan wajah yang ada di foto, benda, lokasi, tanggal, dan lainnya. File yang telah dipilih dapat ditentukan untuk dihapus secara temporer, permanen, atau diarsipkan.

"Ada juga Google Assistant. Selain bisa dipakai untuk nyuruh-nyuruh mungkin minta Google Assistant buat alarm, atau mungkin buat manggil Gojek, atau apa. Google Assistant juga bisa jadi kayak teman, jadi bisa minta digombalin, dikasih lelucon. Bisa dipakai buat nemenin kita juga kalau lagi sendiri," tutur Mira.

Bila ingin menjelajah tempat, acara, atau aktivitas lainnya untuk menghilangkan penat, Google Maps juga dapat menawarkan ragam opsi lokasi menarik yang dipersonalisasi khusus lewat fitur For You di Google Maps. Berikutnya, bagi yang ingin menyibukkan diri ataupun memasang target resolusi baru, dapat memanfaatkan aplikasi Google Calender. Lewat fitur Goals di Google Calender, pengguna dapat mengatur sendiri target waktu yang ingin dicapai dan Google akan mengingatkannya.

"Terus tentunya kalau misalnya move on pasti sering dengerin musik karena sering moody. Pakai Youtube Music kalau dengar lagu-lagu yang enggak tahu lagunya apa, bisa dicari langsung dari lirik langsung ketemu lagunya," ujar Mira.

Terakhir, Mira juga mengenalkan kembali aplikasi panggilan video Google Duo yang dapat melakukan panggilan video langsung ke beberapa orang lewat fitur Group Call. Selain itu, Google juga mengingatkan pentingnya kerahasiaan data pribadi, yakni melalui pemeriksaan privasi (privacy check up) yang dapat mengelola dan memperbarui password dan data yang ingin dibagikan atau disimpan pribadi. (Uca/M-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More