Sabtu 08 Februari 2020, 05:15 WIB

Atraksi Keliling Dilarang, Lumba-Lumba Harus Dipulangkan

(Aiw/H-2) | Humaniora
Atraksi Keliling Dilarang, Lumba-Lumba Harus Dipulangkan

ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/wsj.
AKSI TOLAK PERTUNJUKAN SIRKUS LUMBA-LUMBA

 

KEMENTERIAN Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) resmi melarang peragaan lumba-lumba keliling sejak Kamis, 6 Februari 2020 dan meminta agar mamalia laut pintar itu dikembalikan ke lembaga konservasi untuk dirawat.

Saat ini terdapat 87 LK yang sudah memiliki izin dari KLHK, termasuk di antaranya Taman Safari Indonesia, kebun binatang, dan taman satwa. Lembaga konservasi ini tersebar di berbagai daerah di Indonesia, seperti di Jawa, Sumatra, Sulawesi, dan Kalimantan.

"Jadi lumba-lumba yang sebelumnya keliling itu akan kembali ke lokasi LK masing-masing, karena itu merupakan koleksi lembaga konservasi tersebut," kata Kepala Seksi Pengawetan Eksitu KLHK, Desy Satya Chandradewi kepada Media Indonesia di Jakarta, kemarin.

Sebelumnya, KLHK telah membuat kesepakatan bersama lembaga konservasi pemegang izin peragaan keliling satwa dilindungi lumba-lumba terkait penghentian ini sejak 12 Juli 2018. Pasalnya, edukasi yang selama ini dilakukan melalui peragaan keliling tidak efektif. "Apabila peragaan lumba-lumba keliling dimaksud masih dilakukan setelah izin peragaan habis, itu melanggar ketentuan yang berlaku," ujarnya. (Aiw/H-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More