Jumat 07 Februari 2020, 21:55 WIB

Jokowi Puji TPA Banjarbakula Hasil SInergisitas Antar-Kabupaten

Andhika prasetyo | Nusantara
Jokowi Puji TPA Banjarbakula Hasil SInergisitas Antar-Kabupaten

MI/ Andhika Prasetyo
Presiden Joko Widodo meninjau tempat pembuangan akhir (TPA) Sampah Regional Banjarbakula di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Jumat (7/2).

 

PRESIDEN Joko Widodo mengapresiasi tempat pembuangan akhir (TPA) Sampah Regional Banjarbakula di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, yang proses pembangunan dan pengelolannya melibatkan kerja sama sejumlah kabupaten dan kota di provinsi tersebut.

Model pengolahan sampah seperti itu, sebut presiden, patut ditiru daerah-daerah lain.

"Saya tahu pengelolaan sampah itu tidak mudah. Mengatur satu tempat saja sulit apa lagi dalam lingkup satu provinsi. Tapi saya sangat mengapresiasi bahwa ternyata ada model TPA yang bisa melibatkan beberapa kabupaten dan kota yang ada di Kalimantan Selatan ini," ujar Jokowi di TPA Banjarbakula, Kalimantan Selatan, Jumat (7/2).

TPA yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dengan anggaran sebesar Rp149 miliar tersebut mampu menampung 790 ton sampah per hari dari lima kabupaten/kota yang meliputi Banjarmasin, Banjarbaru, Banjar, Barito Kuala dan Tanah Laut.

"Apa yang telah dikerjakan di TPA Regional Banjarbakula ini dapat menjadi contoh yang baik bahwa sinergi itu bisa dilakukan. Kolaborasi antarkabupaten dan kota dalam satu provinsi itu juga bisa dilakukan. Tidak perlu ego kedaerahan. Apa yang telah dilakukan Gubernur Kalimantan Selatan dalam pengelolaan TPA regional ini saya rasa bisa menjadi contoh di provinsi-provinsi lain," kata presiden.

TPA yang berdiri di lahan seluas 15 hektare itu mengimplementasikan sistem sanitary landfill dengan tujuan membuat kawasan di sekitar tidak tercemar oleh bau dari timbunan sampah.

Cara kerja sistem yang ada pada TPA tersebut pada dasarnya ialah membuang dan menumpuk sampah di lokasi cekung, memadatkan, dan kemudian menimbun sampah dengan tanah setelah sebelumnya dilakukan pemilahan terhadap sampah-sampah yang ada.

Kemudian, cairan atau air lindi dari sampah basah yang ada di sana juga diolah terlebih dahulu hingga menjadi air bersih yang tidak mengandung zat kimia yang bisa mencemari lingkungan.

Meski demikian, Presiden terus mendorong pemanfaatan teknologi dalam hal pengelolaan dan pengolahan sampah sehingga dapat diproses sedemikian rupa dan memberikan nilai tambah lain seperti pembangkit listrik sehingga sampah tidak lagi menjadi sumber masalah bagi kawasan sekitar. (OL-8)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More