Jumat 07 Februari 2020, 21:40 WIB

Butet Manurung: Pendidikan Bisa Menjawab Persoalan Kehidupan

Retno Hemawati | Nusantara
Butet Manurung: Pendidikan Bisa Menjawab Persoalan Kehidupan

MI/Adam Dwi
Butet Manurung

 

SALAH satu penulis buku sekaligus pendiri Sokola Rimba (Sokola Institute) Butet Manurung mengatakan buku "Melawan Setan Bermata Runcing" mengungkap pentingnya substansi pendidikan yang sebenarnya dikisahkan melalui berbagai pengalaman sukarelawan pendidikan di daerah pedalaman.

"Pesan yang ingin saya sampaikan dalam tur bedah buku dan diskusi pendidikan 'Melawan Setan Bermata Runcing" itu adalah esensi dari pendidikan itu sendiri yang harus menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat dan kontekstual," katanya di sela-sela acara bedah buku di aula Radio Republik Indonesia (RRI) Kabupaten Jember, Jawa Timur, Jumat (7/2) sore.

Ia mengatakan pihak Sokola Institute ingin menekankan bahwa pendidikan seharusnya bisa menjawab persoalan yang dihadapi warga sehari-hari, sehingga bukan persoalan yang akan dihadapi puluhan tahun mendatang dan tidak berkaitan dengan kehidupan di lingkungan sekitar.

"Kalau di sekitar lingkungan terjadi banjir dan banyaknya sampah, maka anak-anak juga harus diajarkan tentang lingkungan yang ada di sekitarnya dan kontekstual dengan apa yang dihadapinya, sehingga ada penguatan identitas," tuturnya.

Ia memberikan contoh pada masyarakat adat di Jambi yang menyebut pensil atau pena adalah "setan bermata runcing", sehingga menolak saat relawan melakukan pendampingan kepada anak-anak rimba untuk belajar menulis dengan menggunakan pena atau pensil.

"Mereka mau belajar membaca dan menulis dengan menggunakan arang dan ranting, sehingga kami menggunakan ranting dan arang untuk mengajari mereka menulis di tanah dan tidak bisa dipaksakan dengan menggunakan pensil untuk mengajari mereka," katanya.

Berbagai pengalaman pahit yang dialami Butet dan kawan-kawan saat mengajari anak-anak rimba menulis dan membaca menjadi pelajaran yang berharga, sehingga kesalahan yang dilakukan tersebut tidak terulang dan mencoba memahami adat istiadatnya lebih dulu, sebelum terjun melakukan pendampingan.

Butet mengapresiasi banyaknya mahasiswa dan generasi muda yang antusias mengikuti kegiatan bedah buku "Melawan Setan Bermata Runcing" di beberapa daerah, termasuk di Kabupaten Jember.

"Peserta yang datang dalam acara bedah buku sebagian besar adalah anak muda dan itu menjadi poin tersendiri, bahkan mereka mengaku belajar dari Sokola Rimba, padahal kami tidak pernah bertemu, sehingga saya sangat optimistis ada semangat dan idealisme yang mereka ambil untuk diterapkan di sekolahnya," ujarnya.

Sementara perwakilan dari Dinas Pendidikan Jember Sri Kantono yang hadir dalam acara bedah buku dan diskusi tersebut mengapresiasi Sokola Institute yang melakukan pendampingan untuk belajar anak-anak rimba.

"Pengalaman yang disampaikan beberapa relawan cukup menarik dengan tidak meninggalkan kearifan lokal dalam memberikan pendidikan kepada anak-anak rimba tersebut," katanya. (Ant/OL-12)

Baca Juga

Dok.MI

Dua Pasien Covid-19 di Sidoarjo Meninggal Dunia

👤Heri Susestyo 🕔Senin 30 Maret 2020, 13:01 WIB
Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) akibat covid-19 yang meninggal dunia di Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur bertambah dua...
ANTARA FOTO/Didik Suhartono

Pedagang Wajib Jual Sembako Selama Pandemi Korona

👤Palce Amalo 🕔Senin 30 Maret 2020, 12:57 WIB
Pedagang di Kabupaten Rote Ndao yang berjualan di pasar diwajibkan hanya menjual bahan kebutuhan pokok (sembako) sesuai harga yang berlaku...
 FOTO ANTARA/Anis Efizudin

Penutupan Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko Diperpanjang

👤Agus Utantoro 🕔Senin 30 Maret 2020, 12:50 WIB
Kawasan Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko ditutup mulai 23 Maret  hingga 29 Maret, Namun kemudian diperpanjang hingga 11 April...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya