Jumat 07 Februari 2020, 21:01 WIB

Dokter Penemu Korona Meninggal, Jagat Maya Tiongkok Sedih

Haufan Hasyim Salengke | Humaniora
Dokter Penemu Korona Meninggal, Jagat Maya Tiongkok Sedih

AFP
Sejumlah karangan bunga sebagai tanda duka warga atas meninggalnya dokter Li Wenliang

 

KESEDIHAN dan kemarahan memenuhi jagat maya Tiongkok, setelah meninggalnya seorang dokter Negeri Tirai Bambu yang dianggap pahlawan karena menjadi orang pertama yang membunyikan lonceng peringatan akan ancaman virus korona baru Wuhan.

Dokter Li Wenliang, telah dibungkam polisi setelah memperingatkan tentang virus korona baru yang telah membunuh ratusan jiwa di Tiongkok dan membuat ribuan orang sakit.

Tepatnya pada Desember lalu, ia mengunggah di grup alumni sekolah kedokterannya di aplikasi pesan WeChat bahwa tujuh pasien dari pasar makanan laut lokal telah didiagnosis dengan penyakit mirip SARS dan dikarantina di rumah sakit di Wuhan.

Segera setelah dia mengunggah pesan itu, Li dituduh menyebarkan desas-desus atau rumor oleh polisi Wuhan.

Li pertama kali kontak dengan virus, setelah merawat pasien glaukoma yang pada saat itu tidak menyadari dia sudah terinfeksi virus mematikan.

Ia dilaporkan meninggal karena virus korona baru pada dini hari Jumat (7/2) waktu setempat, di Rumah Sakit Pusat Wuhan tempatnya bekerja.

"Dokter spesialis mata rumah sakit kami, Li Wenliang, sayangnya, terinfeksi virus korona selama pekerjaannya dalam memerangi epidemi virus korona," kata rumah sakit itu.

Li meninggal pada pukul 2:58 pada 7 Februari setelah upaya untuk menyadarkannya kembali tidak berhasil.

Kematiannya dengan cepat menjadi topik yang paling banyak dibicarakan di WeChat dan Weibo, dua platform media sosial terbesar di Negeri Tirai Bambu, menarik jutaan posting dan pencarian.

Menanggapi kematian sang dokter, badan antikorupsi Tiongkok, Komisi Pengawas Nasional, mengumumkan, Jumat (7/2), mereka mengirim tim ke Hubei untuk melakukan penyelidikan komprehensif.

Dalam adegan yang hampir tidak pernah terjadi sebelumnya, Weibo dan WeChat dipenuhi dengan kesedihan atas kematian Dr. Li.

Topik "Li Wenliang" dan "Pemerintah Wuhan Masih Berutang Maaf Dr Li" sedang tren di Weibo pada jam-jam pertama setelah berita kematiannya, menempati urutan teratas dalam daftar.

"Mereka yang mengatakan kebenaran ditangkap karena dituduh menyebarkan desas-desus dan mereka yang tidak mengatakan apa-apa selain kebohongan menjadi pemimpin," bunyi sebuah unggahan bernada sindiran di Weibo.

“Saya belum pernah melihat timeline WeChat saya dipenuhi dengan begitu banyak kesedihan dan kemarahan,” kata Xu Danei, pendiri perusahaan analisis media sosial, di platform perpesanan WeChat. (NYT/Aljazeera/OL-2)

Baca Juga

ANTARA/Septianda Perdana

Ini Cara Mencuci Masker Kain

👤Antara 🕔Rabu 01 April 2020, 12:39 WIB
Masker kain menjadi alternatif dan memiliki keuntungan karena bisa dipakai...
Antara/Septianda Perdana

Pastikan Keamanan Pengemudi, Gojek Impor 5 Juta Masker

👤Suryani Wandari Putri Pertiwi 🕔Rabu 01 April 2020, 12:09 WIB
Masker dan alat kesehatan lainnya akan dibagikan kepada mitra pengemudi untuk memastikan keamanan saat...
ANTARA/Aditya Pradana Putra

Jumlah Pasien Covid-19 di RSD Wisma Atlet Capai 428 orang

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 01 April 2020, 11:35 WIB
Dari 428 pasien yang dirawat, sebanyak 105 orang dinyatakan positif...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya