Sabtu 08 Februari 2020, 03:10 WIB

Pemerintah Percepat Proyek Di Bintuni

MI | Ekonomi
Pemerintah Percepat Proyek Di Bintuni

MI/Ramdani
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

 

MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian  Airlangga Hartarto menegaskan pemerintah akan mengembangkan beberapa proyek untuk mengatasi pertumbuhan ekonomi Papua yang anjlok.

Saat ini  pemerintah sedang mempercepat pembangunan Kawasan Industri di Teluk Bintuni agar Papua bisa melepaskan ketergantungan akan Freeport.

“Nanti kita lihat ke depannya kan ada beberapa projek seperti Bintuni dan yang lain. Itu untuk menyeimbangkan pendapatan sehingga tidak sepenuhnya tergantung pada Freeport,” ungkapnya saat ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, kemarin.

Airlangga mengakui bahwa memang ada ketergantungan ekonomi Papua terhadap komoditas sangat tinggi. Kebetulan, dari sisi komoditas, bisnis tambang PTFI merupakan yang terbesar dan memberikan dampak signifikan terhadap ekonomi Papua.

Karena ketergantungan yang besar itulah, tak heran penurunan produksi Freeport beberapa waktu terakhir membuat ekonomi Papua minus sejak kuartal IV 2018 hingga kuartal IV 2019.

Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan secara full year ekonomi Papua  minus 15,72% pada 2019 lalu. Hal ini menyebabkan pertumbuhan ekonomi kawasan yakni Papua dan Maluku juga tertarik ke bawah.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Institute for Development on Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad mengatakan bahwa penurunan pertumbuhan ekonomi Papua karena produksi Freeport turun adalah konsekuensi yang tidak dapat dihindari.

Hal yang sama juga terjadi pada Nusa Tenggara Barat, saat perusahaan pertambangan Newmont menghentikan operasinya untuk sementara.

“Saat Newmont berhenti produksi dan lainnya, itu langsung berhenti. Saya kira ini yang terjadi di Papua. Memang ini akhirnya yang menyebabkan banyak aktivitas ekonomi di Papua berhenti,” ujar Tauhid.

Selain mengurangi dominasi sektor pertambangan, yang perlu juga dibenahi untuk mendorong pertumbuhan ekononi Papua lepas dari ketergantungan pertambangan  ialah faktor sosial, politik, dan keamanan.  Setidaknya faktor keamanan di Papua menjadi pertimbangan pelaku usaha untuk menanamkan modal.

“Sedikit banyak itu pengaruh. Paling tidak itu membuat investor mikir dua kali untuk berinvestasi. Apakah investasi yang dilakukan akan aman atau bisa balik modal atau tidak,” pungkasnya. (Des/E-1)

 

Baca Juga

Dok.CIMB

Kuartal 1 2020, Aset CIMB Niaga Finance Naik 64%

👤Raja Suhud 🕔Selasa 02 Juni 2020, 07:00 WIB
Di tengah pandemi covid-19 ini, aplikasi digital bisa menjadi solusi bagi calon debitur untuk tetap produktif walaupun berada di...
ANTARA FOTO/Fauzan

Ekonomi AS Mulai Membaik, Harga Emas Turun Tipis

👤Antara 🕔Selasa 02 Juni 2020, 06:57 WIB
Namun penurunan emas tertahan di tengah meningkatnya gesekan antara Washington dan Beijing, protes di Amerika Serikat atas rasisme, serta...
Johannes EISELE / AFP

Wall Street Dibuka Tergelincir di Tengah Kerusuhan Sipil di AS

👤Antara 🕔Selasa 02 Juni 2020, 06:25 WIB
Indeks Dow Jones Industrial Average anjlok 106,48 poin atau 0,42 persen menjadi 25.276,63. Indeks S&P 500 merosot 6,97 poin atau 0,23...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya