Jumat 07 Februari 2020, 19:45 WIB

Kenakan Masker, Ribuan Pasangan Nikah Massal di Korea Selatan

Nur Aivanni | Internasional
Kenakan Masker, Ribuan Pasangan Nikah Massal di Korea Selatan

AFP
Ribuan Pasangan Nikah Massal di Korea Selatan Kenakan Masker

 

RIBUAN pasangan mengikat janji dalam pernikahan massal yang diselenggarakan oleh Gereja Unifikasi, di Gapyeong, Korea Selatan, Jumat (7/2). Beberapa pasangan yang hadir dalam acara tersebut mengenakan masker di tengah kekhawatiran penyebaran wabah virus korona.

Gereja yang didirikan oleh Sun Myung Moon membagikan masker kepada 30 ribu orang, tetapi hanya beberapa yang mengenakannya.

Baca juga: Ilmuwan Tiongkok Duga Virus Korona Disebarkan Melalui Trenggiling

"Itu bohong bila saya tidak peduli sama sekali tentang infeksi (virus korona)," kata Cho Ji-young, 21, yang ikut serta dalam acara nikah massal tersebut, seperti dikutip AFP, Jumat (7/2). 

"Tapi saya akan merasa terlindungi dari virus hari ini," tambahnya.

Korea Selatan mencatat 24 kasus wabah virus korona baru yang muncul di negara tetangga Tiongkok. Seoul telah melarang masuk orang asing yang baru-baru ini dari Wuhan.

Festival, upacara kelulusan, dan konser K-pop telah dibatalkan karena khawatir acara besar tersebut dapat memfasilitasi penularan virus korona. Pihak berwenang pun telah meminta kelompok-kelompok agama untuk bekerja sama dalam mencegah penyebarannya.

Pejabat Gereja Jang Young-chul mengatakan bahwa pihaknya tetap mengadakan acara nikah massal tersebut karena itu sudah direncanakan sebelumnya dan merupakan bagian dari perayaan peringatan 100 tahun kelahiran Sun Myung Moon. Hanya saja, jemaah dari Tiongkok diminta untuk tidak hadir.

Hampir 6.000 pasangan dari 64 negara berpakaian yang serupa menikah di Gapyeong. Banyak dari mereka baru bertemu pasangannya untuk pertama kalinya dalam beberapa pekan terakhir.

Baca juga: Pemerintah Harus Maksimalkan Kerja Sama dengan Australia

Pernikahan massal yang sering diadakan di stadion olahraga dengan puluhan ribu pasangan telah lama menjadi ciri khas gereja. Mulanya, awal tahun 1960-an, mereka hanya melibatkan beberapa pasangan. Tahun 1997, 30.000 pasangan turut serta dalam pernikahan bersama di Washington, dan dua tahun kemudian sekitar 21.000 memenuhi Stadion Olimpiade di Seoul.

Kim Chang-seong, 27, yang menikahi seorang perempuan yang dia temui 20 hari yang lalu, mengatakan dia tidak khawatir tentang infeksi virus korona. Pasalnya, kata dia, pernikahan massal tersebut memiliki "makna spesial" untuknya. (AFP/OL-6)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More