Jumat 07 Februari 2020, 22:20 WIB

Singapura Tetapkan Status Siaga Virus Korona

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Singapura Tetapkan Status Siaga Virus Korona

AFP
Singapura Tetapkan Status Siaga Virus Korona

 

PEMERINTAH Singapura mengumumkan untuk menaikkan status wabah virus corona menjadi satu tingkat darurat pada Jumat sore (7/2). Perubahan status tanggap atau DORSCON dari warna kuning ke oranye diumumkan langsung oleh Menteri Kesehatan Gan Kim Yong dalam konferensi pers, Jumat (7/2), seperti dilansir The Straits Times.

“Kita sudah mempersiapkan skenario ini dan kita siap menanganinya.” ucap Gan di hadapan awak media.
Perubahan status disebabkan oleh bertambahnya tiga kasus virus corona di negeri “Singa” menjadi 33 orang pada hari ini. Sumber virus dari tiga kasus ini tidak dapat ditelusuri dan tidak ditularkan langsung oleh penderita yang berasal dari Wuhan, tempat berasalnya patogen berkode 2019-nCov itu.

Pemerintah Singapura menyarankan pelaku bisnis untuk membatalkan atau menunda acara yang tidak penting di negeri itu. Ini dilakukan guna menghindari penularan di komunitas secara luas.


Mudah menular

Tingkat kewaspadaan korona dinaikkan menjadi oranye. Ini menunjukkan penyakit ini parah dan mudah menular dari orang ke orang.

Meski demikian, ini belum level tertinggi. Merah menunjukkan penyebarannya secara luas.

Kematian akibat virus Corona melonjak per Jumat (7/2) menjadi 636 jiwa sementara lebih dari 28 ribu orang terinfeksi. Jumlah ini meningkat hampir empat dari Rabu (5/2) hingga Kamis (6/2).


Genom virus

Para peneliti di Universitas Pertanian Tiongkok Selatan telah mengidentifikasi trenggiling sebagai “rumah perantara potensial” untuk penyakit ini karena urutan genom virus yang ditemukan pada mamalia bersisik 99 persen identik dengan yang ada pada pasien virus korona.

“Pihak berwenang di Wuhan “menyisir” komunitas untuk menemukan orang yang dicurigai atau dikonfirmasi memiliki virus dan menempatkannya di karantina,” kata media pemerintah.

Para ahli pada hari Jumat meminta para ilmuwan Tiongkok untuk merilis lebih banyak data dari penelitian mereka.

“Hanya melaporkan kesamaan antara urutan genom virus adalah tidak cukup,” kata James Wood, seorang profesor kedokteran hewan di University of Cambridge.
Wood mengatakan hasil itu mungkin disebabkan oleh kontaminasi dari lingkungan yang sangat terinfeksi.
“Kita perlu melihat semua data genetik untuk merasakan bagaimana terkaitnya virus manusia dan trenggiling,” Jonathan Bell, seorang profesor virologi molekuler di Universitas Nottingham.

Dua kapal pesiar yang membawa ribuan turis di Hong Kong dan Jepang di bawah karantina ketika pihak berwenang.

Pada Jumat, 41 orang lainnya dinyatakan positif menggunakan Diamond Princess di Jepang, sehingga jumlah total yang terinfeksi 61 orang.

“Kapal pesiar lain yang membawa penumpang yang diduga terinfeksi virus korona tidak akan diizinkan untuk berlabuh di Jepang selatan,” kata Menteri Kesehatan Jepang Katsunobu Kato, Jumat (7/2).

Secara total, dari 273 spesimen, 61 dinyatakan positif.  Ada 3.700 penumpang dan awak kapal, yang telah berada di lepas pantai Jepang sejak Senin malam lalu. (AFP/BBC/I-1)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More