Jumat 07 Februari 2020, 19:19 WIB

Sebagai Saksi, Anggota DPR Riezky Jalani Pemeriksaan KPK

Cahya Mulyana | Politik dan Hukum
Sebagai Saksi, Anggota DPR Riezky Jalani Pemeriksaan KPK

MI/Adam Dwi
Anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Riezky Aprilia

 

ANGGOTA DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Riezky Aprilia mendatangi gedung Merah Putih KPK, Jumat (7/2) pukul 09:30 WIB, untuk memberikan keterangan terkait kasus suap eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan.

"Riezky memenuhi panggilan KPK," kata Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada Media Indonesia, Jumat (7/2).

Politisi partai berlambang Kepala Banteng itu memenuhi panggilan lembaga antirasuah mengenakan kerudung hitam yang sewarna dengan baju lengan panjangnya. Saat jeda istirahat makan siang, sekitar pukul 12:56 WIB ia sempat terlihat melintas di pintu yang mengarah ke ruang pemeriksaan, tepatnya lantai dua Gedung Merah Putih KPK.

Menurut Ali Anggota DPR asal daerah pemilihan Sumatra Selatan I itu berstatus sebagai saksi untuk tersangka penerima suap dari koleganya, Harun Masiku dan Wahyu Setiawan.

Agenda pemeriksaan terhadap Riezky untuk penyidikan kasus dugaan suap terkait pergantian antarwaktu anggota DPR periode 2019-2024 yang melibatkan Wahyu Setiawan selaku penerima suap dan Harun Masiku sebagai pemberinya.

"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka HM (Harun Masiku)," jelas Ali.

Pada perkara ini, Riezky merupakan kolega Harun di PDIP. Riezky menjadi pengganti di kursi DPR setelah Nazarudin Kiemas yang dinyatakan lolos oleh KPU meninggal dunia.

Sementara Harun merupakan pihak yang ditunjuk DPP PDIP untuk menggantikan Nazarudin namun batal karena KPU memutuskan Riezky berdasarkan perolehan suara.

Karena gagal menduduki kursi di Senayan, Harun pun meminta Wahyu mendorong KPU menggelar rapat pleno untuk mengubah keputusan sebelumnya. Langkah itu pun dibarengi dengan tindak pidana korupsi berupa suap.

Akibatnya, KPK pun menangkap tangan Wahyu kemudian menetapkannya sebagai tersangka berikut Harun, eks anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina, dan seorang pihak swasta bernama Saeful. Suap yang mendasari perkara ini mencapai Rp 600 juta dari total kesepakatan Wahyu dan Harun senilai Rp 900 juta. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More