Jumat 07 Februari 2020, 18:18 WIB

Indonesia Masih Bebas Virus Korona

Nur Azizah | Humaniora
Indonesia Masih Bebas Virus Korona

DOK KBRI BEIJING
Ratusan Warga Negara Indonesia (WNI) yang akan dievakuasi tiba di Bandara Internasional Tianhe, Wuhan, Sabtu (1/2).

 

PUSAT informasi terpadu virus korona di bawah naungan Kantor Staf Presiden memastikan belum ada satu pun warga di Indonesia terinfeksi korona. Ini merupakan data terbaru hingga hari ini pukul 12.00 WIB. 

"Pemerintah terus menerus tingkatkan kapasitas dan kemampuan untuk identifikasi virus korona," kata Plt Deputi II Bidang Pembangunan Manusia Abetnego Tarigan di Kantor Staf Presiden, Jakarta Pusat, Jumat (7/2).

Baca juga: Mahfud: Tiga WNI Tertahan di Wuhan, Bukti yang Pulang Sehat

Abet mengatakan pemerintah bakal terus bekerja sama dengan Badan Kesehatan Dunia (WHO). Ia memastikan penanganan virus Korona akan dilakukan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan WHO.

"Meskipun kita dalam situasi sampai jam 12 siang belum ada kasus, namun penting bagi kami untuk waspada. Karena yang namanya epidemi urusannya public health," ungkap dia.

Meski belum ada satu pun warga yang terjangkit virus mematikan ini, Abet tetap meminta warga menjaga pola hidup sehat. Ia pun mengajak warga untuk tak asal memberikan stigma pada siapapun yang terkena virus maupun yang diobservasi.

"Terkait dengan penanganan ini, kami sangat berharap dengan adanya pusat informasi terpadu kita hindari stigamisasi dan jangan menjadi diskriminasi," ujar dia.

Pemerintah Bentuk Pusat Informasi Terpadu Korona

Pemerintah membentuk pusat informasi terpadu (PIT) virus korona. Nantinya, PIT akan memberikan informasi secara berkala kepada media setiap pukul 06.00 dan 18.00 WIB setiap harinya.

Informasi yang disampaikan ihwal jumlah korban secara global. Pusat informasi ini juga akan memberi tahu perkembangan virus korona di Wuhan, Tiongkok.

Baca juga: Korona Merebak, Ratusan Pulau Dibidik untuk Bangun RS Khusus

"Tiongkok menjadi penting karena outbreak baru di sana dan perkembangan di Tiongkok menjadi indikasi kita bagaimana perkembangan di tempat lain," tutur dia.

Di pertemuan yang sama, Abet meminta masyarakat aktif mengecek kesehatan bila mendapati gejala seperti demam dan panas. "Melalui info yang cukup, mendorong masyarakat yang punya gejala demam dan lainnya segera melaporkan ke pelayanan kesehatan terdekat. Kementerian Kesehatan juga sudah terbitkan edaran kepada seluruh pelayanan kesehatan daerah untuk proaktif respons keluhan masyarakat," pungkas dia. (Medcom.id/OL-6)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More