Jumat 07 Februari 2020, 15:56 WIB

Alternatif Sirkuit Formula E, Jakpro: Sulit Untuk Lepaskan Monas

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Alternatif Sirkuit Formula E, Jakpro: Sulit Untuk Lepaskan Monas

MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI
Kondisi proyek revitalisasi monas. Salah satu tujuannya yakni untuk sirkuit formula e.

 

PT Jakarta Propertindo dipastikan akan mencari lokasi yang ikonik untuk menjadi sirkuit Formula E. Deputy Director Communications Jakpro Formula E Indonesia, Hilbram Dunar menyebut hal ini juga dilakukan oleh negara lain yang menjadi tuan rumah Formula E.

Disebut Hilbram, sesungguhnya lokasi sirkuit di Monumen Nasional sudah dianggap paling cocok dibandingkan lokasi lainnya di Jakarta.

"Kenapa di Monas karena center Jakarta. Kami sudah desain supaya mobil lewat dan diliput media internasional jadi bagus pengambilan, karena latar Monas dan gedung ikonik di sekitar Monas," ungkap Hilbram saat dihubungi, Jumat (7/2).

Untuk itu menurutnya cukup sulit untuk mengikhlaskan melepas Monas menjadi sirkuit Formula E setelah penolakan oleh Komisi Pengarah yang diketuai Menteri Sekretaris Negara (Sesneg).

Hilbram menjelaskan pihaknya sudah memiliki alternatif rute sirkuit Formula E pengganti Monas. Meski belum mau membuka di mana lokasi rute itu, Hilbram memastikan lokasinya juga akan ikonis dan memiliki pemandangan ibu kota yang mewakili Jakarta.

Di samping itu, ia masih akan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait penentuan sirkuit.

Ia masih berharap Formula E bisa digelar di sekitar Monas meski tidak di dalam area kawasan cagar budaya itu.

"Makanya kemungkinan-kemungkinan itu. Tapi apakah akan di Medan Merdeka? Kan nggak bisa di situ doang kan harus jalan lain. Apakah jalan lain memungkinkan. Kami cari beberapa alternatif," ujarnya.

Sebelumnya, dalam rapat revitalisasi Monas yang berlangsung di Kemensetneg pada Rabu (5/2) sekaligus dibahas mengenai penyelenggaraan Formula E yang menggunakan kawasan Monas yakni sisi pintu timur atau yang berada di belakang Stasiun Gambir sebagai salah satu pit stop sirkuit.

Rencana itu ditolak oleh Komis Pengarah yang diketuai Sesneg karena khawatir kawasan Monas yang merupakan cagar budaya akan terganggu.(OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More