Jumat 07 Februari 2020, 14:43 WIB

Bebas dari Pemakzulan, Donald Trump Gelar Seremoni

Nur Aivanni | Internasional
Bebas dari Pemakzulan, Donald Trump Gelar Seremoni

AFP
Presiden Donald Trump merayakan kemenangannya yang bebas dari dua dakwaan dalam sidang pemakzulan.

 

PRESIDEN Donald Trump merayakan kemenangannya yang bebas dari dua dakwaan dalam sidang pemakzulan.

Trump mengumpulkan Ibu Negara Melania, sejumlah legislator Republik yang setia, tim hukum, dan staf Gedung Putih di ruang timur seremonial sembari mengacungkan halaman depan surat kabar The Washington Post dengan halaman depan tertulis "Trump Dibebaskan".

"Inilah hasil akhirnya," kata Trump yang disambut tepuk tangan meriah, seperti dikutip dari AFP, Kamis (6/2).

Baca juga:Demokrat Gagal Lengserkan Trump

Sebagai informasi, hasil voting di Senat Amerika Serikat membebaskan Trump dari dua dakwaan, yakni penyalahgunaan kekuasaan dan menghalangi upaya penyelidikan oleh Kongres.

Dalam acara yang digelar di Gedung Putih tersebut, Trump bercerita bagaimana penyelidikan yang dipimpin Partai Demokrat atas dugaan korupsi. Juga, bercanda dan memuji orang-orang yang mendukungnya.

"Ini bukan konferensi pers, bukan pidato, ini bukan apa-apa," kata Trump yang bersorak, bertepuk tangan dan bersiul. "Ini sebuah perayaan," ucapnya.

Ia mengatakan bahwa dia telah "melalui neraka", tetapi akhirnya "menang" melawan Demokrat yang "jahat".

Dalam kesempatan tersebut, Trump pun memanggil putrinya Ivanka dan memeluknya, juga memanggil Ibu Negara untuk menciumnya. "Saya ingin meminta maaf kepada keluarga saya karena mereka harus melalui kesepakatan busuk yang palsu," katanya.

Trump pun mengkritisi pernyataan Mitt Romney, Senator Republik yang mendukung dakwaan terhadap dirinya. "Saya tidak suka orang yang menggunakan keyakinan mereka sebagai pembenaran untuk melakukan yang mereka tahu itu salah," kata Trump.

Untuk diketahui, dalam pemungutan suara di Senat, Mitt Romney menjadi satu-satunya politikus Republik yang memihak Demokrat. Ia memilih untuk ikut menyatakan Trump bersalah dalam dakwaan pertama dan tidak bersalah untuk dakwaan kedua.

Hasil voting terhadap dakwaan pertama, penyalahgunaan kekuasaan, ialah 52 suara menolak dakwaan dan 48 suara menerima. Untuk dakwaan kedua, yakni menghalangi Kongres, 53 suara menolak dan 47 suara menerima dakwaan.

Tak hanya itu, Trump juga menyinggung Ketua DPR AS Nancy Pelosi yang mendukung pemakzulan terhadap dirinya. "Saya juga tidak suka dengan orang-orang yang mengatakan 'Saya berdoa untukmu' walau mereka tahu tidak begitu," ucap Trump sambil menyindir Pelosi yang sering berkata 'berdoa untuk Trump'.

Sekarang, Trump berharap bisa merebut momentum dalam pemilihan presiden mendatang dengan melawan Partai Demokrat. (AFP/Nur/A-3)

Baca Juga

AFP/ANGELOS TZORTZINIS

Demonstrasi Menentang Aturan Antidemonstrasi di Yunani

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Jumat 10 Juli 2020, 10:45 WIB
Kekerasan pecah di Athena, ibu kota Yunani, selama aksi demonstrasi massa menentang rencana aturan yang mengekang protes...
AFP/ Filippo MONTEFORTE

Gara-Gara Covid-19, Italia Larang Kedatangan dari 13 Negara

👤Basuki Eka Purnama 🕔Jumat 10 Juli 2020, 10:39 WIB
Italia menjadi negara pertama yang dihantam pandemi covid-19 setelah Tiongkok pada akhir tahun...
AFP/JORGE SILVA

Adik Kim Jong Un Pastikan Korut tidak Berniat Ancam AS

👤Antara 🕔Jumat 10 Juli 2020, 09:53 WIB
Yo Jong juga mengatakan pertemuan puncak antara Korut dan AS untuk saat ini hanya berguna bagi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya