Jumat 07 Februari 2020, 15:00 WIB

Tangkal imbas Corona, Pemerintah Dorong Diskon Tiket Pesawat

Antara | Ekonomi
Tangkal imbas Corona, Pemerintah Dorong Diskon Tiket Pesawat

ANTARA/ FIKRI YUSUF
Wisman tiba di Bandara Bali.

 

Pemerintah terus berupaya mengantisipasi dampak mewabahnya virus corona terhadap sektor pariwisata nasional. Salah satunya dengan menggenjot pariwisata domestik melalui pemberian diskon tarif penerbangan.
 
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio ketika ditemui seusai rapat koordinasi pembangunan infrastruktur di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Jakarta, Jumat, mengatakan pemberian diskon tarif pesawat diharapkan dapat memacu geliat pariwisata dalam negeri.
 
"Salah satunya arahan Presiden mau memberi diskon untuk pesawat ke Bali, Sulawesi, Kepulauan Riau," katanya.
 
Ketiga destinasi pariwisata tersebut menjadi beberapa lokasi yang terdampak penurunan kunjungan wisatawan karena larangan penerbangan dari dan ke China akibat mewabahnya virus corona.
 
"(Wisman) paling banyak di Bali itu Australia, bukan dari China. Tapi memang banyak, maka pasti punya dampak terhadap industri pariwisata. Bukan hanya Bali, di Sulawesi Utara di Kepulauan Riau juga kena dampak yang cukup besar," katanya.
 
Oleh karena itu, pemerintah akan mendorong pariwisata nasional dengan mendorong wisatawan Nusantara berwisata di dalam negeri.
 
Wishnutama menambahkan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan sejumlah maskapai dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi untuk pengalihan rute atau penambahan frekuensi rute pesawat ke Indonesia dari negara lain selain China.
 
"Insya Allah dalam waktu dekat akan ada tambahan frekuensi atau tambahan rute dari luar negeri ke Indonesia," imbuhnya.
 
Kendati demikian, mantan CEO NET TV itu mengaku belum bisa merinci negara mana yang akan disasar karena masih harus dibahas secara teknis.
 
"Artinya kalau belum deal kami tidak bisa umumkan. Tetapi ini juga bukan hal yang mudah karena kan men-shift rute pesawat itu bukan hal yang sederhana. Jadi perlu kajian teknis, dan lain sebagainya. Tapi memang sesegera mungkin," jelasnya. (Ant/E-1)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More