Jumat 07 Februari 2020, 14:15 WIB

Korona Merebak, Ratusan Pulau Dibidik untuk Bangun RS Khusus

Indriyani Astuti | Humaniora
Korona Merebak, Ratusan Pulau Dibidik untuk Bangun RS Khusus

Antara
Ilustrasi: Aktivitas di Pulau Daloha, Morotai, Maluku Utara, Rabu (9/10/2019).

 

RENCANA pemerintah untuk membangun rumah sakit khusus sebagai pusat perawatan untuk penyakit infeksi masih harus mempertimbangkan sejumlah aspek.

Hal itu dikemukakan oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto seusai menghadiri rapat koordinasi terbatas mengenai penentuan pulau dan rumah sakit untuk mengantisipasi adanya penyakit menular di Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Kemanan (Kemenko Polhukam), Jakarta, pada Jumat (7/2).

Terawan menjelaskan sejumlah aspek yang harus ditinjau sebelum mendirikan rumah sakit khusus penyakit infeksi menular antara lain geologis, politik, ekonomi, serta pertahahan dan keamanan.

Menkes lebih jauh menuturkan rencana tersebut masih pada tahap awal yakni Menteri Koordinator Bidang Polhukam Mahfud MD mendengarkan masukan dari berbagai instansi.

"Rapat hari ini brandstroming, mendata yang terbaik untuk ke depan. Semua aspek ditinjau," ujar Menkes.

Baca juga: Dampak Korona, Gedung Olahraga Diubah Menjadi Rumah Sakit

Meskipun belum ada keputusan terkait penentuan lokasi pendirian RS, dalam rapat dibahas 100 pulau yang mungkin potensial. Namun, ia enggan merinci pulau-pulau yang dimaksud.

Sementara itu, Menteri Koodinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyampaikan rencana itu masih pada tahap pembahasan awal.

Mahfud mengatakan rapat tersebut menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo pada ada 4 Februari 2020. Belajar dari pandemi virus korona jenis baru yang terjadi di Tiongkok, akhir Desember lalu hingga saat ini, presiden meminta dilakukan pembahasan guna menyiapkan rumah sakit khusus penyakit infeksi.

"Ini diskusi pendahuluan, apakah nanti ada di pulau khusus atau di manapun. Belum ada kesimpulan apa-apa," tutur Mahfud.

Ia menjelaskan Indonesia sudah punya rumah sakit rujukan untuk penyakit infeksi antara lain Rumah Sakit Suliyanto Saroso (RSPI) di Jakarta dan RS Kariadi di Semarang, Jawa Tengah, tetapi di RS tersebut antara pasien infeksi dengan pasien lainnya dirawat dalam rumah sakit yang sama, tidak terpisah secara khusus.

Pada pembahasan awal, Mahfud mengungkapkan dari sejumlah masukan kementerian/lembaga terkait, lokasi RS yang akan dijadikan pusat untuk penyakit infeksi, berdekatan dengan pangkalan udara sehingga memudahkan apabila diperlukan prosedur evakuasi.

"Ada kriteria mengemuka harus dekat pangkalan udara, banyak yang berpendapat tidak perlu didirikan di pulau tersendiri melainkan pulau berpenduduk dan nanti didesain sesuai standar," tukasnya.

Hadir dalam rapat, Kepala Pusat Kesehatan TNI Mayjen Bambang DH, Kepala Korps Kepolisian Perairan dan Udara Irjen Lotharia Latif, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Munardo, Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Eko Subowo, dan Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden Sigit Pamungkas. (Ind/A-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More