Jumat 07 Februari 2020, 12:09 WIB

Sampah Plastik di Cianjur Ditaksir Sekitar 2% per Hari

Benny Bastiandy | Nusantara
Sampah Plastik di Cianjur Ditaksir Sekitar 2% per Hari

MI/RAMDANI
Rata-rata sampah plastik di Kabupaten Cianjur mencapai 2% per hari.

 

SEKITAR 2% atau 3,5 ton dari total volume sampah di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat merupakan plastik. Namun, sampah-sampah plastik itu tidak semuanya dibuang ke TPAS karena terlebih dulu sudah dipilah-pilah masyarakat. Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cianjur, Sumarna, mengatakan rata-rata volume sampah yang dibuang ke TPAS Pasirsembung mencapai 173 ton. Dari total volume sampah itu, yang dikategorikan plastik relatif cukup sedikit.

"Perkiraan kami hanya sekitar 2% (sampah plastik). Itu juga tak semuanya dibuang ke TPA karena sudah dipilah terlebih dahulu," kata Sumarna kepada Media Indonesia, Jumat (7/2).

Sumarna menuturkan belum ada regulasi mengikat berkaitan dengan pengurangan sampah. Sekarang masih sebatas imbauan dalam bentuk surat edaran yang dikeluarkan ari Plt Bupati Cianjur menyangkut pengurangan kantong plastik.

"Imbauan ini juga masih terbatas untuk kalangan dinas dan instansi serta toko-toko ritel. Pengurangan kantong plastik ini misalnya pada setiap rapat, diimbau tak menggunakan air mineral kemasan, tapi diupayakan memanfaatkan gelas atau cangkir untuk minum. Pun untuk makanan ringan, idealnya menggunakan kemasan dari daun atau sejenisnya," beber Sumarna.

Sumarna tak memungkiri, relatif cukup sulit menerapkan aturan larangan penggunaan plastik di Kabupaten Cianjur. Sebab, ketergantungan terhadap kantong berbahan plastik masih relatif tinggi.

"Kita tak bisa melarang, tapi sebatas mengimbau," ungkapnya.

Sumarna mengaku bukan perkara mudah mengubah kebiasaan tak memilah sampah yang dibuang masyarakat, khususnya di tingkat rumah tangga. Karena itu, DLH saat ini lebih memokuskan diri menggenjot peningkatan kebersihan lingkungan.

"Kalau di TPA, pemilahan sampah itu banyak dilakukan pemulung. Keberadaan mereka cukup membantu memisahkan sampah," ungkapnya.

baca juga: Polisi masih Sembunyikan Identitas Simpatisan MIT Ditangkap

Beberapa sampah yang tidak digunakan akan diurug di areal TPA Pasirsembung. Pada akhirnya Sumarna mengharapkan peran bank sampah dan TPS 3R.

"Termasuk juga masyarakat yang dibutuhkan membentuk kebiasaan memilah sampah," tandasnya. (OL-3)

 

Baca Juga

Doc foto Humas Kaltara

Adu Inovasi Penanggulangan Covid-19 dan Kampanye Daring

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 05:00 WIB
Plt Gubernur Kaltara Teguh Setyabudi menegaskan agar semua pihak, termasuk para pasangan calon kepala daerah benar-benar mematuhi protokol...
MI/Heri Susetyo

Paslon BHS-Taufiq Ingin Sidoarjo Jadi Lumbung Padi

👤Heri Susetyo 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 05:00 WIB
Paslon Bupati dan Wakil Bupati Bambang Haryo Soekartono-M Taufiqulbar (BHS-Taufiq) siap menjadikan Sidoarjo sebagai daerah lumbung...
MI/Ilustrasi

Ada Polisi di Pilkada Kaltara

👤Rahmatul Fajri 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 04:30 WIB
Zainal Arifin Paliwang mencalonkan diri di Kalimantan Utara. Surat pengunduran dirinya...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya