Jumat 07 Februari 2020, 09:50 WIB

Mohammad Natsir Menjadi Teladan Pendidikan Islam

Rifaldi Putra Irianto | Politik dan Hukum
 

KIPRAH Pahlawan Nasional Mohammad Natsir sangat jelas dalam pendidikan Islam di Tanah Air dan patut menjadi teladan.

"Natsir dalam konteks umat Islam merupakan salah satu pionir, pendahulu dari apa yang kita sebut dengan muslim urban educated people," kata pengamat politik Fachry Ali dalam acara bedah buku Mohammad Natsir karya Lukman Hakiem, di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, pendidikan Natsir yang luar biasa mengantarnya sebagai tokoh yang berhasil menyatukan umat Islam di Tanah Air. "Kependidikan Natsir dalam dunia pemikiran Barat yang kemudian menentukan posisinya dalam pergerakan Islam, terutama di Partai Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi)," tukasnya.

Lebih dari itu, ia juga mengungkapkan di bawah kepemimpinan Natsir,  Masyumi sangat jelas mereprentasikan politik Islam pada masa itu. "Masyumi sangat jelas merepresentasikan politik Islam. Natsir menemukan demokrasi baru dalam Islam karena latar belakang pendidikannya."

Mengenai sisi pendidikan Natsir, Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Malang, Laode Masihu Kamaluddin, menceritakan bagaimana Natsir sangat seimbang antara pendidikan umum dan pendidikan Islam. "Dari sisi pendidikan, Natsir adalah seorang pendidik. Saat dia ditawarkan beasiswa di Rotterdam, dia menolak tawaran itu dan mengatakan, 'Saya lebih bertanggung jawab untuk mendidik'," ungkap Laode.

Saat Natsir sekolah, kata Laode, dia pernah melihat pemuda yang tidak memiliki pendidikan agama, mengejek-ngejek Islam. Ia pun berkesimpulan itu terjadi karena pendidikan umum dan pendidikan agama saat itu bertolak belakang.

"Natsir berpikir itu bukan salah orangnya, melainkan salah pendidikannya," tuturnya.

Lukman Hakiem mengungkapkan, kiprah Natsir juga terlihat di dunia politik dengan berhasil mendirikan NKRI setelah sebelumnya disepakati menjadi Negara Republik Islam Indonesia. "Natsir hadir dengan sebuah keputusan parlemen yang diberi nama Mosi Integral." (Rif/P-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More