Jumat 07 Februari 2020, 08:45 WIB

Cegah Risak, Budayawan Masuk Sekolah

(BN/N-2) | Nusantara
Cegah Risak, Budayawan Masuk Sekolah

ANTARA/Septianda Perdana
Sejumlah siswa mengikuti kampanye "Stop Bullying" di Medan, Sumatera Utara, Senin (12/11/2018).

 

PERUNDUNGAN yang menimpa seorang siswa SMP di Kota Malang, Jawa Timur, menyebabkan salah satu jari korban harus diamputasi tidak boleh terulang lagi. Tekad itu diungkapkan budayawan dan sejumlah ulama di kota pendidikan tersebut.

"Budayawan harus dilibatkan dalam proses belajar mengajar atau program Budayawan Mengajar. Perisakan oleh dan terhadap siswa, menurut kami, disebabkan hilangnya nilai budaya dalam pengajaran," ujar budayawan Wahyu Eko Setiawan.

Kemarin, menanggapi kejadian perundungan itu, Komite Kebudayaan Kota Malang menggelar Dialog Publik Amanat Pemajuan Seni dan Budaya Kota Malang. Salah satu agendanya membicarakan perundungan terhadap anak di bawah umur.

Eko menambahkan, program Budayawan Mengajar juga merupakan penguatan pendidikan karakter. Atas usulan itu, Wali Kota Malang Sutiaji menyatakan dukungannya. "Segera, saya akan minta dinas merumuskan aktualisasinya."

Dari kalangan ulama, Ketua NU Kota Malang Isroqunnajah meminta guru dan orangtua lebih dekat mendampingi dan mengawasi anak di sekolah dan di rumah. (BN/N-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More