Jumat 07 Februari 2020, 08:33 WIB

602 Hektare Sawah Gagal Panen akibat Banjir

(AS/CS/UL/FL/RF/N-1) | Nusantara
602 Hektare Sawah Gagal Panen akibat Banjir

ANTARA/Akhmad Nazaruddin
Sejumlah buruh tani memilah-milah gabah yang baru saja dipanen paksa karena terendam banjir selama beberapa hari.

 

BANJIR yang melanda Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mengakibatkan 1.259 hektare (ha) sawah terendam dan 602 ha di antaranya gagal panen. Selain mengakibatkan gagal panen, banjir yang mulai surut kini meninggalkan tumpukan lumpur dan sampah di sejumlah ruas jalan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pati Muhtar Efendi mengatakan, 1.259 ha sawah yang terkena banjir tersebar di beberapa kecamatan, yakni Kecamatan Kaye, Gabus, Jakenan, Juwana, Margorejo, Dukuhseti, dan Sukolilo.

"Lahan sawah yang rusak dan gagal penen akan kami beri bantuan bibit untuk mengurangi kerugian yang dialami para petani," katanya, kemarin.

Setelah banjir surut, warga telah beraktivitas kembali. Ketinggian banjir yang melanda Kabupaten Pati berkisar antara 20 hingga 30 sentimeter.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Kudus berencana membangun talud sepanjang Sungai Pendo guna mengantisipasi banjir yang kerap melanda wilayah di sekitarnya. Pembangunan talud sungai yang melintasi Desa Jepang dan Desa Mejobo di Kecamatan Mejobo, itu, bakal menghabiskan anggaran sekitar Rp3 miliar sampai Rp4 miliar.

Kondisi Sungai Pendo saat ini memprihatinkan karena dangkal akibat sendimentasi serta juga mudah longsor. Oleh karena itu, setiap terjadi hujan deras, air sungai meluap dan membanjiri wilayah di sekitarnya.

"Saya mendapat keluhan dari warga. Wilayah itu menjadi langganan banjir akibat Sungai Pendo yang meluap karena kondisinya memprihatinkan," ujar Ketua DPRD Kudus, Masan.

Sementara itu, hujan yang seharian mengguyur wilayah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menyebabkan 518 rumah tergenang banjir. Rumah penduduk yang terkena banjir, antara lain berada di dua dusun di Desa Tegalwaru, Kecamatan Cilamaya Wetan.

Camat Cilamaya Wetan Basuki Rahmat mengatakan, banjir di Dusun Cipancuh dan Perumahan Pratama Permai terjadi akibat meluapnya Sungai Cilamaya.

Di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, sejak Rabu (5/2) malam banjir melanda sejumlah titik. Penyebabnya antara lain tanggul sungai yang jebol, sedimentasi, serta penyempitan sungai. (AS/CS/UL/FL/RF/N-1)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More