Jumat 07 Februari 2020, 07:46 WIB

Investor Tidak Lagi Khawatir Korona, Wall Street Menguat

Antara | Ekonomi
Investor Tidak Lagi Khawatir Korona, Wall Street Menguat

AFP
Indeks utama di Wall Street menguat untuk sesi keempat berturut-turut pada akhir perdagangan Kamis (6/2/2020) atau Jumat (7/2/2020) pagi.

 

WALL Street menguat untuk sesi keempat berturut-turut pada akhir perdagangan Kamis (6/2) (Jumat pagi WIB), dengan indeks utama mencapai rekor tertinggi. Hal ini didorong berkurangnya kekhawatiran terhadap kejatuhan ekonomi akibat wabah virus korona di Tiongkok.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 88,92 poin atau 0,30 persen dan ditutup di 29.379,77 poin. Indeks SP 500 meningkat 11,09 poin atau 0,33 persen, menjadi berakhir di 3.345,78 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup meningkat 63,47 poin atau 0,67 persen, menjadi 9.572,15 poin.  Di antara sektor utama SP 500, layanan komunikasi dan teknologi
memimpin kenaikan, sementara sektor energi turun paling besar.
 
Tiongkok mengatakan akan memangkas separuh tarif tambahan yang dikenakan terhadap beberapa barang AS. Hal itu dilihat oleh analis sebagai langkah untuk meningkatkan kepercayaan, setelah virus korona yang menyebar cepat mengganggu bisnis dan memicu volatilitas pasar secara luas.
 
"Satu hal utama yang semua orang telah dengarkan dan tonton serta lihat, bagaimana hal itu menggerakkan pasar adalah virus korona," kata Jonathan Corpina, mitra pengelola senior untuk Meridian Equity Partners di New York.

baca juga: Perdagangan RI-Australia kian Terbuka

Sekali pun ada optimisme tentang pengendalian kerusakan ekonomi yang luas akibat virus korona, dampak darurat kesehatan di Tiongkok terus  muncul dalam laporan perusahaan. Pembuat chip Qualcomm Inc menandai ancaman potensial terhadap industri ponsel sejak muncul wabah. Sahamnya turun 0,3 persen. Investor juga mengamati pembebasan Presiden AS Donald Trump atas tuduhan pemakzulan pada Rabu (5/2). Peristiwa itu membawa sedikit sentimen positif bagi investor. (OL-3)

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More