Jumat 07 Februari 2020, 08:30 WIB

Demokrat Gagal Lengserkan Trump

Nur Aivanni | Internasional
Demokrat Gagal Lengserkan Trump

AFP
Grafis Pemakzulan Donald Trump

 

HASIL voting di Senat Amerika Serikat membebaskan Presiden Donald Trump dari dua dakwaan, yakni penyalahgunaan kekuasaan dan menghalangi upaya penyelidikan oleh Kongres. Trump menjadi presiden ketiga dalam sejarah AS yang akan dimakzulkan oleh DPR AS, yang saat ini dikuasai Partai Demokrat selaku lawan politiknya.

Trump diadili karena didakwa meminta bantuan negara asing untuk menyelidiki mantan Wapres AS Joe Biden untuk keperluan Pilpres AS 2020. Ia juga melarang sejumlah tokoh untuk menjadi saksi di sidang pemakzulannya.

Meskipun mengakui perbuatan Trump salah, para politikus Partai Republik akhirnya tetap setia mendukungnya. Hasil pemungutan suara terhadap dakwaan pertama, penyalahgunaan kekuasaan, ialah 52 suara menolak dakwaan dan 48 suara menerima. Untuk dakwaan kedua, yakni menghalangi Kongres, 53 suara menolak dan 47 suara menerima dakwaan. Hasil itu jauh dari syarat dua pertiga suara mayoritas untuk mendakwa Trump.

"Dengan hasil itu, Donald Trump dinyatakan lepas dari dakwaan," tegas hakim John Roberts yang memimpin sidang.

Saat menanggapi keputusan tersebut, Trump menyatakan bakal segera merilis pernyataan resmi yang berisi 'kemenangan Amerika Serikat dari hoaks pemakzulan'.

Sementara itu, Ketua DPR AS Nancy Pelosi, yang berasal dari Demokrat, memperingatkan bahwa politisi Republik telah mengkhianati konstitusi dengan membebaskan Trump yang berbahaya bagi demokrasi AS.

 

Dukungan Romney

Dalam pemungutan suara tersebut, Mitt Romney membuat kejutan dengan menjadi satu-satunya politikus Republik yang memihak Demokrat, yakni memilih untuk ikut menyatakan Trump bersalah dalam dakwaan pertama dan tidak bersalah untuk dakwaan kedua. 

Romney, yang telah lama berseberangan dengan Trump, juga menjadi satu-satunya senator dalam sejarah AS yang mendukung upaya melengserkan presiden yang berasal dari partainya.

AFP/Mandel NGAN

Senator Amerika Serikat dari Partai Republik, Mitt Romney.

 

"Saya mendukung banyak hal yang telah dilakukan Presiden. Namun, janji saya di hadapan Tuhan untuk menegakkan keadilan mengharuskan saya menyampingkan perasaan pribadi dan bias politik saya," kata Romney. (AFP/Theguardian/Nur/X-11)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More