Jumat 07 Februari 2020, 08:20 WIB

Prima, Kondisi 238 WNI yang Jalani Observasi

Atalya Puspa | Humaniora
Prima, Kondisi 238 WNI yang Jalani Observasi

ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Wuhan, Hubei, China melakukan senam bersama prajurit TNI.

 

SAAT ini kondisi kesehatan 238 warga negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Wuhan, Tiongkok, Sabtu (1/2/2020), untuk menjalani observasi di Natuna tetap prima.

"Secara umum kondisi kesehatan mereka sejauh ini tidak ada peningkatan suhu tubuh atau keluhan yang berkaitan dengan batuk, pilek, dan sesak napas yang diduga berhubungan dengan wabah virus korona," kata Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Anung Sugihantono, di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta, kemarin.

Anung melanjutkan, berdasarkan pemantauan di lokasi, pos kesehatan melayani setiap keluhan WNI yang mengikuti observasi di Natuna tersebut. Menurut Anung, ada sembilan orang yang menyampaikan keluhan kesehatan kepada petugas.

"Mereka tidak menampakkan gejala yang berhubungan dengan wabah virus korona. Mereka mengalami gatal-gatal, perut kebas, dan pening. Tim kesehatan melakukan berbagai pengawasan dan pengendalian lingkungan, termasuk memeriksa makanan yang disajikan," lanjut Anung.

Di samping itu, secara rutin tiga kali sehari dilakukan penyemprotan disinfektan terhadap meja dan alat makan setelah digunakan. Termasuk pengawasan kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah, dan kualitas air dilakukan secara ketat.

Saat ini masih ada tujuh WNI di Wuhan. Empat di antaranya tidak ikut proses evakuasi karena alasan keluarga, sedangkan tiga lainnya tidak lolos pemindaian kesehatan di Bandara Wuhan. Ketiganya tinggal di asrama kampus masing-masing. Dua orang di Xianning dan seorang lagi di Wuhan.

"Mereka sehat. Kemarin sudah diinformasikan. Sehat banget," ujar Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung, Wiendra Waworuntu.

Di seluruh Indonesia, 47 orang diduga terjangkit virus korona. Sebanyak 43 orang telah dinyatakan negatif dan empat lainnya dalam proses pemeriksaan.

"Ada 47 spesimen yang dikirim Litbang dari 28 rumah sakit dan hasilnya disampaikan bahwa 43 negatif. Empat lainnya belum bisa rilis hasilnya," ungkap Anung.

Di seluruh dunia, hingga kemarin, 28.296 orang terkonfirmasi terjangkit korona. Jumlah pasien sembuh mencapai 1.165 orang atau dua kali lipat dari korban meninggal sebanyak 565 orang.

 

Perpanjangan

Kekanwil Hukum dan HAM Bali, Sutrisno, mengatakan pascapenutupan penerbangan dari dan ke Tiongkok pihaknya masih melayani permohonan perpanjangan izin tinggal bagi wisatawan asal Tiongkok.

ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

Sejumlah penumpang warga negara asing (WNA) menjalani pemeriksaan keimigrasian setibanya di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali.

 

"Hingga sore ini (kemarin) sudah 18 warga negara Tiongkok mengajukan permohonan perpanjangan izin tinggal di Bali. Jumlah ini terus bertambah karena mereka tidak dilayani penerbangan ke Tiongkok," kata Sutrisno.

Ia mengatakan petugas imigrasi memberikan kemudahan perpanjangan izin tinggal karena mereka tidak bisa pulang ke negaranya yang dilanda wabah korona."

Akan tetapi, imbuh Sutrisno, Imigrasi Bali menolak masuk 17 turis dari sembilan negara. Petugas mengecek riwayat perjalanan mereka yang tiba di Bali pada Rabu (5/2). "Berdasarkan riwayat perjalanan, 17 orang yang ditolak masuk ke Bali itu pernah berada di Tiongkok." (OL/TS/KB/FL/DW/X-3)

 

 

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More