Jumat 07 Februari 2020, 00:01 WIB

Green Fuel Jadi Produk Inovatif Prioritas

Andhika prasetyo | Megapolitan
Green Fuel Jadi Produk Inovatif Prioritas

MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI.
Bambang Brodjonegoro

 

MENTERI Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro mengajukan lima produk inovatif kepada Presiden Joko Widodo untuk secara fokus dikembangkan sebagai unggulan nasional.

Salah satu dari lima produk tersebut adalah bahan bakar nabati atau green fuel. Berbeda dengan B30, green fuel nantinya akan memiliki komposisi yang sepenuhnya berasal dari sawit, tanpa campuran minyak fosil setetes pun.

Dengan bantuan katalis merah putih, teknologi yang ditemukan tim dari ITB, minyak inti sawit (palm kernel oil/PKO) dapat dikonversi menjadi bensin, diesel dan avtur.

"Kita sudah temukan katalisnya dan tahun ini PT Pupuk Kujang bersama PT Pertamina dan ITB akan membangun pabrik katalis secara masal. Jadi katalis kita produksi dalam jumlah besar untuk mengubah PKO menjadi bahan bakar," ujar Bambang di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (6/2).

Setelah itu, langkah selanjutnya, akan dibangun pabrik bahan bakar nabati secara terintegrasi dari hulu hingga hilir.

"Sekarang sudah ada pilot di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan dan Pelalawan, Riau. Kita upayakan pabrik berada di dekat kebun jadi semua proses dilakukan di satu kawasan," ucap Bambang.

Ia memproyeksikan green fuel bisa mulai diproduksi secara masal pada 2022.

"Hitungan kasarnya, kalau kita sudah full operation, paling tidak separuh kebutuhan bahan bakar minyak kita bisa ditutup dari green fuel itu," tandasnya. (OL-8)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More