Jumat 07 Februari 2020, 07:30 WIB

Perdagangan RI-Australia kian Terbuka

MI | Ekonomi
Perdagangan RI-Australia kian Terbuka

ANTARA

 

INDONESIA akan mendorong ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) ke Australia menyusul disetujuinya Rancangan Undang-Undang (RUU) Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia Australia atau Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA).

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menyebutkan pihaknya juga akan mengevaluasi produk ekspor untuk kebutuhan otomotif, industri tekstil, hingga kertas di Australia.

"Kita evaluasi sehingga kita bisa betul-betul siap dan maksimal menjalankan perjanjian ini," kata Agus seusai Rapat Paripurna DPR di Jakarta, kemarin.

Dalam RUU IA-CEPA, Indonesia akan memangkas bea impor sebesar 94% untuk produk asal Australia secara bertahap. Sebagai gantinya, 100% bea impor produk asal Indonesia yang masuk ke Australia akan dihapus.

Komoditas Australia yang paling banyak masuk ke Indonesia ialah bahan mineral senilai US$1,64 miliar, diikuti komoditas tanaman biji-bijian yang didominasi gandum sebesar US$1,33 miliar.

Adapun nilai ekspor Indonesia ke Australia tercatat US$2,8 miliar. yang terdiri atas minyak bumi, kayu dan furnitur, panel LCD, LED, dan panel display lainnya, serta alas kaki dan ban senilai US$61,7 juta.

"Hubungan dagang Indonesia-Australia terus dipermudah sehingga akses pasar bisa semakin luas. Australia juga akan memprioritaskan Indonesia, begitu pun sebaliknya dalam melakukan kerja sama," tandas Agus.

Wakil Ketua Komisi VI DPR dari Fraksi Partai NasDem Martin Manurung berharap RUU IA-CEPA dapat memberikan dampak positif bagi neraca perdagangan Indonesia dengan Australia yang diketahui saat ini masih mengalami defisit.

Pemerintah, kata Martin, harus mampu memanfaatkan hubungan dagang itu agar Australia bisa menjadi salah satu sumber investasi terbesar di Indonesia.

Pada 2017, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat investasi US$513,9 juta datang dari Australia.

"RUU IA-CEPA ini juga sebagai alat bagi Presiden untuk membawa kerja sama yang baik dengan Australia," ujar Martin. (Uta/E-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More