Kamis 06 Februari 2020, 22:40 WIB

Tiongkok Potong Tarif Impor AS

Tiongkok Potong Tarif Impor AS

AFP

 

PEMERINTAH Tiongkok mengatakan bahwa pihaknya akan memangkas setengah dari tarif tambahan terhadap barang impor Amerika Serikat sebesar US$75 miliar pekan depan.

Pengurangan tarif tersebut berlaku untuk pungutan 5% dan 10% yang dikenakan kepada lebih dari 1.700 barang dari AS.

Produk yang terkena tarif 10% tersebut termasuk makanan laut segar, unggas dan kedelai.
Komisi Tarif Dewan Negara Tiongkok mengatakan bahwa langkah pemangkasan tarif tersebut dimaksudkan untuk mempromosikan perkembangan hubungan ekonomi dan perdagangan Tiongkok-AS yang sehat dan stabil.

Penurunan tarif akan dimulai pukul 05.01 GMT pada 14 Februari mendatang. Di hari yang sama, Washington diharapkan akan memangkas setengah tarif terhadap produk Tiongkok senilai US$ 120 miliar.

Komisi Tarif Dewan Negara Tiongkok pun berharap bahwa kedua pihak akan mematuhi kesepakatan mereka.


Kurangi ketegangan

Pada Januari, AS-Tiongkok menandatangani kesepakatan dagang fase pertama untuk mengurangi ketegangan perang dagang.

Beijing menyetujui membeli US$ 200 miliar tambahan produk AS selama dua tahun ke depan. Sedangkan AS akan mengurangi separuh tarifnya pada US$120 miliar barang-barang Tiongkok.

Pengurangan tarif tersebut juga terjadi karena Tiongkok tengah menghadapi kekurangan sumber daya dalam menghadapi wabah virus korona yang telah merenggut nyawa lebih dari 560 orang.

Dalam pidato kenegaraan, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa hubungan dagang AS-Tiongkok adalah yang “terbaik” yang pernah ada saat ini.

Selama akhir pekan, Beijing mengumumkan impor produk AS yang akan digunakan dalam melawan wabah virus korona juga akan dibebaskan dari tarif pembalasan.

Analis ekonomi Moody’s, Xu Xiaochun menilai reduksi tarif oleh Tiongkok masuk akal karena Tiongkok akan mengimpor lebih banyak produk AS. (AFP/Nur/X-11)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More