Kamis 06 Februari 2020, 19:07 WIB

DPRD: Penerapan Jalur Sepeda di Jakarta Tidak Tepat

Insi Nantika Jelita | Megapolitan
DPRD: Penerapan Jalur Sepeda di Jakarta Tidak Tepat

Antara/Galih Pradipta
Warga melintas di samping jalur sepeda yang dibongkar di kawasan Cikini, Jakarta, beberapa waktu lalu.

 

JALUR sepeda yang dibangun Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dianggap tidak efektif. Hal itu ditekankan anggota Komisi B DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan, Gilbert Simanjutak.

Dia menilai mayoritas warga Jakarta tidak memilih sepeda untuk beraktivitas sehari-hari. “Jalur sepeda belum cocok diterapkan di DKI. Belum saatnya, jalur sepeda penggunanya kan hanya sedikit," ujar Gilbert di Jakarta, Kamis (6/2).

Menurutnya, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta sebaiknya fokus mengurus integrasi moda transportasi di setiap wilayah, agar warga Jakarta merasa nyaman ketika menggunakan transportasi umum. Apalagi penambahan jalur sepeda sepanjang 200 kilometer (km) menelan anggaran sebesar Rp 62 miliar. Sebelumnya, jalur sepeda yang dibangun sepanjang 63 km.

Baca juga: Anies Resmikan Uji Coba Tujuh Jalur Sepeda

“Moda transportasi yang belum terintegrasi dari utara, barat, timur, selatan itu harusnya menjadi fokus. Uang puluhan miliar malah jadi beban Dishub," kata Gilbert

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menampik pandangan Gilbert. Dia menilai jalur sepeda malah digemari warga Ibu kota. Hal itu tecermin dari kenaikan penggunaan sepeda di jalur khusus yang mencapai 500%.

"Sebelum dan sesudah pembuatan jalur sepeda itu ada peningkatan demand yang signifikan. Angkanya lebih dari 500%," pungkas Syafrin.

"Jangan dilihat bahwa ini tidak efektif. Karena dari peningkatan 500%, dari aspek pengguna. Kemudian, jika kita komparasi dengan data kecelakaan lalu lintas, yang melibatkan pesepeda, dengan adanya jalur sepeda, maka angka kecelakaannya justru menurun," tutupnya.(OL-11)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More