Kamis 06 Februari 2020, 18:35 WIB

Peternak di Bengkulu Tak Minati Asuransi Ternak

Marliansyah | Ekonomi
Peternak di Bengkulu Tak Minati Asuransi Ternak

MI/Bagus Suryo
Peternak masih minim asuransikan hewannya.

 

DINAS Pertanian (Distan) Kabupaten Bengkulu Tengah, Bengkulu, telah menawarkan 2 ribu polis asuransi ternak untuk peternak atau kelompok tani (Poktan) sapi dan kerbau. Sayang tawaran itu kurang diminati.

Kepala Seksi Produksi Peternakan dan Kesehatan Kabupaten Bengkulu Tengah,  Bengkulu, Hewan Watler Gilbert mengatakan, usulan kuota asuransi pada 2020 sebanyak 2 ribu ekor. Jumlah ini lebih banyak dibandingkan 2019 lalu yang hanya 500 ekor sapi.

"Pada Februari ini baru sebanyak 180 ekor ternak dari 2 ribu ekor yang diasuransikan," kata Watler, Kamis (6/2)

Dia berharap, peternak dan poktan sapi/kerbau memanfaatkan asuransi untuk hewan ternaknya. Banyak manfaat yang bisa diperoleh peternak, bila hewan ternaknya mengalami suatu hal yang tidak diinginkan.  
     
"Kuota polis asuransi ternak bisa diperoleh peternak atau Gapoktan pada Maret atau April 2020," imbuhnya.

Program asuransi ternak ini, kata dia,  bertujuan untuk mencegah kerugian peternak sapi/kerbau jika dikemudian hari ternak sapi mati dan tidak dapat mendatangkan hasil.

Asuransi ternak sapi, merupakan program dari Direktorat Jendral Sarana dan Prasarana (PSP) Kementerian Pertanian.

Jika ternak sapi mati maka, polis asuransi bisa dicairkan dengan besaran nominal Rp10 juta per ekor. Untuk mendapatkan klaim dana asuransi, peternak harus melampirkan beberapa administrasi seperti surat penyataan dari dokter hewan.

Jika,  ternak sapi yang dicuri maka untuk mendapatkan polis asuransi harus ada keterangan dari pihak kepolisian.

"Satu ekor sapi yang di asuransikan dikenakan biaya Rp200 ribu selama jangka waktu satu tahun. Peternak cukup membayar premi sebesar Rp40 ribu, sisanya Rp160 ribu ditanggung pemerintah," paparnya. (OL-13)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More