Kamis 06 Februari 2020, 18:15 WIB

Puskesmas di Purwakarta Wajib Buka 24 Jam untuk Tangani Kasus DBD

Reza Sunarya | Nusantara
Puskesmas di Purwakarta Wajib Buka 24 Jam untuk Tangani Kasus DBD

MI/Djoko Sardjono
Fogging, salah satu upaya mencegah DBD

 

KEPALA Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Deni Darmawan, sudah mempersiapkan posko dan call center untuk masalah penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD). Deni menyebut dalam tiga minggu ini sudah ada 50 suspect DBD. Untuk memastikan status positif, Dinkes sedang melakukan tes darah pada pasien.

Purwakarta memang sedang menjadi sorotan sejak kasus demam berdarah terus meningkat. Hingga pekan ketiga sejak Januari hingga 5 Februari, pasien yang diduga terjangkit DBD mencapai 50 orang. Jumlah tersebut dikhawatirkan akan terus meningkat karena perubahan cuaca curah hujan akan panjang dan meningkat di Februari.

"Sebelumnya sudah ada suspect DBD di Darangdan, maka kami buka posko dan call center rujukan untuk pasien yang kesulitan mencari rawat inap. Puskesmas wajib buka 24 jam untuk penanganan kasus DBD, " kata Deni, Kamis (6/2).

Baca juga: Fogging Dihentikan, Kasus DBD di Tasikmalaya Naik

Guna mengantisipasi persoalan DBD, Pemkab Purwakarta menyiapkan berbagai langkah pencegahan. Sebab, penyakit tersebut akan menjadi kasus besar jika tidak menjadi perhatian utama.

"Perlu upaya efektif cegah penyebaran DBD, seperti meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan dan meningkatkan pola bersih dan sehat," tegas Deni.

Menurut Deni, penyebaran penyakit DBD tak hanya disebabkan faktor cuaca, melainkan juga karena pola hidup yang kurang sehat. Akibatnya, tubuh menjadi mudah terserang penyakit termasuk DBD.

"Harus digaungkan lagi bebersih dan tingkatkan pola hidup bersih serta sehat. Pencegahan DBD tak cukup hanya fogging, sebab tak bisa membunuh sampai jentik," pungkasnya.(OL-5)
 

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More