Kamis 06 Februari 2020, 17:30 WIB

Gakkum KLHK Tahan 2 Pembalak Kayu Ilegal di Maluku Tengah

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
Gakkum KLHK Tahan 2 Pembalak Kayu Ilegal di Maluku Tengah

ANTARA FOTO/Ardiansyah
Ilustrasi:Pekerja menata barang bukti kayu jenis sonokling hasil pembalakan liar di kawasan hutan lindung regional 22 Way Waya, Sendang Dadi

 

TIM Operasi Balai Gakkum Maluku Papua KLHK meringkus M, 44 dan H, 41, dua pembalak kayu ilegal, sekaligus menyita 1.915 batang kayu olahan jenis merbau (Intsia bijuga) di kawasan Hutan Neger Roho, Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah, Senin (27/1). Sejumlah barang bukti lainnya juga disita di antaranya 3 chain saw, 3 sepeda dorong, 2 parang dan 1 kapak.

“Kita harus bersama-sama menyelamatkan sumber daya alam dan ekosistem penting dari kejahatan seperti ini. Operasi ini penting untuk melindungi masyarakat, ekosistem dan menyelamatkan negara dari kerugian," kata Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan KLHK Sustyo Iryono. 

Kepala Seksi Wilayah II Ambon Balai Gakkum Maluku, Yosep Nong, menyebut, pihaknya telah memindahkan barang bukti kayu olahan ke halaman Kantor Kejaksaan Negeri Maluku Tengah di Masohi. Peralatan-peralatan diamankan di Kantor Balai Taman Nasional Manusela, Masohi.

“Penyidik PNS Balai Gakkum Maluku Papua telah menetapkan M dan H sebagai tersangka dan menahan mereka di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Masohi. Proses penyidikan masih berlangsung, terutama mendalami keterlibatan pihak lain,” ungkapnya.

Baca juga: Pembalak Kayu Ilegal di Raja Ampat Terancam 15 Tahun Penjara

Dia menjelaskan, penangkapan itu berawal dari informasi petugas intelijen Seksi Wilayah II Ambon pada 26 Januari 2020. Kemudian Tim Operasi menindaklanjuti dengan penangkapan dan pengamanan.

"Memang saat ini sedang marak pembalakan liar di wilayah Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah. Kami akan terus berupaya mengawasi dan mencegah pembalakan ilegal,” pungkasnya.

Atas perbuatannya, kedua tersangka M dan H dijerat dengan Pasal 19 Huruf a dan atau b Jo. Pasal 94 Ayat 1 Huruf a dan atau Pasal 12 Huruf e Jo. Pasal 83 Ayat 1 Huruf b, Undang-Undang No 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, dengan ancaman pidana penjara maksimum 15 tahun dan denda maksimum Rp100 miliar.(OL-5)

Baca Juga

Antara/Septianda Perdana

Pastikan Keamanan Pengemudi, Gojek Impor 5 Juta Masker

👤Suryani Wandari Putri Pertiwi 🕔Rabu 01 April 2020, 12:09 WIB
Masker dan alat kesehatan lainnya akan dibagikan kepada mitra pengemudi untuk memastikan keamanan saat...
ANTARA/Aditya Pradana Putra

Jumlah Pasien Covid-19 di RSD Wisma Atlet Capai 428 orang

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 01 April 2020, 11:35 WIB
Dari 428 pasien yang dirawat, sebanyak 105 orang dinyatakan positif...
ANTARA/Arif Firmansyah

Masker Kain Cukup untuk Cegah Virus

👤Atalya Puspa 🕔Rabu 01 April 2020, 11:29 WIB
Masker N95 memiliki tingkat efektivitas sebesar 95%, masker bedah 85%, sementara masker kain memiliki efektivitas 49% hingga 73% bergantung...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya