Kamis 06 Februari 2020, 16:43 WIB

Karhutla 2019 Naik, Menteri LHK: Banyak yang di Sekitar Konsesi

Dhika Kusuma Winata | Humaniora
Karhutla 2019 Naik, Menteri LHK: Banyak yang di Sekitar Konsesi

Istimewa
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya.

 

PRESIDEN Joko Widodo menyoroti kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang pada 2019 lalu menunjukkan tren peningkatan yakni 1,5 juta hektare.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya menyebut karhutla tahun lalu itu banyak terjadi di area luar atau sekitar lahan konsesi perusahaan.

"Jadi sebetulnya kebakaran yang di 2019 itu kebanyakan di pinggir-pinggir (konsesi). Jadi artinya apa, artinya memang BRG (Badan Restorasi Gambut) harus bekerja keras di sekitar itu. Kalau di lahan konsesi sudah ada instrumen kontrol yang sangat ampuh, kalau enggak beres kan dicabut (izinnya) kan gampang," ujar Siti Nurbaya seusai Rakornas Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan 2020, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (6/2).

Menurut Siti, karhutla di lahan gambut yang memang sulit dipadamkan harus dicegah secara sistematis. Ia mengatakan untuk di wilayah konsesi yang pengawasannya menjadi wewenang KLHK, perusahaan diwajibkan untuk menaati pemulihan atau pembasahan gambut.

"Kalau gambut yang di konsesi sudah sistematis karena perusajaan harus ada RKU (Rencana Kerja Usaha), ada RKT (Rencana Kerja Tahunan). Rencana kerja usaha selama 10 tahun dan rencana kerja teknik tahunan itu kita kontrol jadi dia (perusahaan) gak bisa jalan usahanya kalau RKU RKT-nya tidak disetujui oleh KLHK," ujarnya.

Menteri Siti mengatakan tingkat kepatuhan perusahaan untuk pemulihan gambut terus dipantau khususnya di konsesi Hutan Tanaman Industri (HTI) dan perkebunan. Meski begitu, imbuhnya, pengawasan yang benar-benar efektif baru berjalan kepada perusahaan HTI.

"Sudah bikin (RKU, RKT) hampir semuanya baik HTI maupun perkebunan. Yang perkebunan mungkin memang harus dijaga betul karena kan pembinaannya ada di Kementerian Perrtanian bukan di KLHK. Tapi karena kita bicara lingkungan, saya kontrol juga perkebunannya cuma memang lebih efektif yang HTI yang kita kontrol," jelasnya.

"Kalau dunia usaha sekarang saya yakin gak berani ngaco sama gambut. Kalau berani coba-coba dibekukan, dicabut bisa (izinnya). Yang di luar konsesi itu lah yang seharusnya BRG bekerja keras," tukas Siti. (Dhk/OL-09)

Baca Juga

Dok BenihBaik.com

Usaha Mikro Kamojang Berdaya Bersama Pertamina untuk Bangkit

👤Retno Hemawati 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 17:30 WIB
Usai mengikuti pelatihan, 30 usaha mikro ini akan dinyatakan lulus pelatihan untuk selanjutnya mendapat kesempatan belajar terkait citra...
Ilustrasi

Media Berperan Penting Membentuk Karakter Pemuda

👤Theofilus Ifan Sucipto 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 14:53 WIB
‘’Penting sekali peran media membentuk karakter pemuda,’’ kata CEO Media Group Mirdal Akib dalam webinar daring...
Antara

Momen Sumpah Pemuda : Media Diajak Turut Akhiri Kelaparan Balita

👤Eni Kartinah 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 14:52 WIB
Survei FOI (Foodbank of Indonesia) yang dilaksanakan pada Agustus 2020 di 14 kota mengungkapkan bahwa  27% balita ke sekolah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya