Kamis 06 Februari 2020, 15:26 WIB

Ada Narkoba di Golden Crown, Pemprov DKI Tunggu Rekomendasi BNN

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Ada Narkoba di Golden Crown, Pemprov DKI Tunggu Rekomendasi BNN

Ilustrasi/Medcom
Ilustrasi narkoba

 

KEPALA Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta Cucu Kurnia menegaskan akan menunggu rekomendasi dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi DKI Jakarta untuk memberikan sanksi kepada diskotek Golden Crown.

Cucu menyebut baru menerima info dari media terkait razia yang dilakukan BNN Provinsi DKI Jakarta Kamis (6/2) pagi ini dan belum ada info resmi.

"Kami sifatnya menunggu. Begitu ada pemaparan dan rekomendasi tertulis, kami akan berikan sanksi baik itu surat peringatan maupun penutupan," ungkap Cucu di Balai Kota, Kamis (6/2).

Ia menegaskan pihaknya juga akan menerjunkan Penyidik PNS (PPNS) untuk menyelidiki pengelolaan yang dilakukan oleh manajemen.

Baca juga : Polisi Amankan Bandar Sabu di Diskotek Monggo Mas

"Kita kan punya PPNS. Mereka akan tanya ke manajemen apakah ada pembiaran di situ, apakah ada yang tahu," ujarnya.

Jika tidak ada bukti pengelola melakukan pembiaran, Cucu menyebut akan memberikan surat peringatan.

"Kita lihat juga ya. Kita juga akan melihat apakah sebelumnya sudah pernah disanksi SP. Semakin sering diberikan SP di masa lalu ya kemungkinan penutupan akan semakin besar," tegasnya.

Sebelumnya, Operasi dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) pada Kamis (6/1) dini hari yang menyasar sejumlah diskotek yang diduga memiliki peredaran narkotika besar.

BNN menyasar dua lokasi yakni Venue, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan dan Golden Crown Taman Sari, Jakarta Barat. Sekitar 105 orang di Venue menjalani pemeriksaan urine. Satu dari 105 orang yang diperiksa di Venue terindikasi positif narkoba.

Sementara di Golden Crown Taman Sari, Jakarta Barat, didapati banyak pengunjung yang positif konsumsi narkotika. Tercatat 107 pengunjung teridentifikasi menggunakan sabu dan ekstasi.(Put/OL-09)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More