Kamis 06 Februari 2020, 15:00 WIB

Rokok Elektrik Juga Sebabkan Kulit Ruam dan Terbakar

Melalusa Susthira K | Weekend
Rokok Elektrik Juga Sebabkan Kulit Ruam dan Terbakar

Unsplash/ Matt Tsir
Sebuah studi mengungkap jika rokok elektrik menyebabkan ruam kulit, sariawan hingga lesi di mulut.

ROKOK elektrik (e-cigarette/vape) tidak hanya menyebabkan penyakit paru-paru serius, yang membuat sebagian negara di dunia mulai melarang penjualan dan penggunaannya. Tak kalah berbahaya bagi paru, sebuah ulasan baru yang dipublikasikan dalam Journal of American Academy of Dermatology menunjukkan bahwa rokok elektrik ternyata juga menyebabkan kerusakan serius bagi kulit. Di antaranya kulit terbakar, ruam, sariawan, hingga lesi di mulut.

Penulis penelitian yang ikut dalam residensi dermatologi di University of Illinois, Kurt Ashack, mengatakan bahwa rokok elektrik yang rusak atau malfungsi dapat menghasilkan panas yang berlebih dan membuatnya meledak atau terbakar ketika disentuh. Laporan di Amerika Serikat (AS) antara 2015 hingga 2017, menyebut ada sekitar 2.035 orang yang dirawat di ruang gawat darurat dengan luka bakar akibat rokok elektronik.

Para peneliti juga melaporkan, uap yang dihirup dari rokok elektrik dapat menyebabkan lesi oral dan sariawan akibat pertumbuhan berlebih ragi Candida di mulut. Rokok elektrik juga diketahui menyebabkan bercak putih pada gusi, lidah, atau bagian dalam pipi penggunanya - yang disebut reaksi lichenoid oral. Di samping itu, rokok elektrik dapat menyebabkan lidah kehitaman karena sel-sel mati yang berubah warna oleh menumpuknya kuman, dan risiko lidah menjadi kehitaman tersebut lebih tinggi pada pengguna rokok elektrik dibandingkan perokok tembakau.

"Itu biasanya karena rokok elektrik mengurangi respons kekebalan di mulut, yang dapat menyebabkan pertumbuhan berlebih bakteri dan ragi," jelas Ashack dikutip medicalexpress.com.

Tak hanya itu, bahan kimia yang terkandung dalam perangkat rokok elektrik juga terbukti menyebabkan masalah kulit lainnya pada penggunanya. Beberapa orang yang alergi terhadap Prophylin Glicol yang digunakan sebagai dasar sebagian besar cairan rokok elektronik, dapat memunculkan ruam pada kulit apabila terpapar.

Kondisi ruam juga dipicu oleh kandungan nikel yang ada dalam elemen pemanas rokok elektrik. Beberapa kasus, menunjukkan munculnya ruam bersisik di tangan dan wajah akibat paparan nikel, hingga pembengkakan bibir. Tak hanya Prophylin Glicol dan nikel, zat nikotin yang terkandung dalam rokok elektrik juga disebut membawa efek negatif terhadap kulit.

Seorang dokter kulit di Miami, Jill Waibel, menyebut nikotin dalam rokok tidak hanya merusak elastisitas kulit sehingga menyebabkan keriput, namun juga meningkatkan risiko kanker kulit dan memperlambat kemampuan kulit dalam menyembuhkan luka.

"Kami tahu nikotin dan semua bahan kimia lainnya memecah kolagen dan elastin, dua komponen penting kulit yang sehat. Kami sudah tahu hampir satu dekade, bahwa orang yang merokok memiliki keriput dan penuaan dini,” papar Waibel.

Banyak perokok tembakau menggunakan rokok elektrik dengan dalih dapat menghentikan kebiasaan merokoknya, namun Waibel menyebut data menunjukkan bahwa orang yang menggunakan rokok elektrik pun masih belum berhenti merokok tembakau. Sehingga ia menyarankan orang-orang yang berniat berhenti merokok tradisional harus mencoba mencari pengganti nikotin lainnya yang telah terbukti aman. (M-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More